PEMALANG, Joglo Jateng – Melihat dedikasi Isa Ansori, warga Desa Beluk, Kecamatan Belik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencalonkannya untuk masuk nominasi penghargaan Kalpataru Jawa Tengah. DLH berharap semangat mereka yang memiliki dedikasi menjaga lingkungan dapat tertular dan menjadikan Pemalang bersih dan sehat.
Kepala DLH Pemalang Raharjo menyampaikan, kebahagiaan serta kebanggaannya pada apa yang telah dilakukan pria yang kerap disapa Ansori ini. Hal tersebut karena upayanya telah menyelamatkan 37 mata air di delapan desa berbeda. Yaitu di Desa Belik 18 titik mata air, Gombong 1 titik mata air, Beluk 6 titik mata air, Desa Bulakan 3 titik mata air, Desa Mendelem 4 titik mata air, Desa Gunung Tiga 3 titik, Desa Pulosari 1 titik dan Desa Siremeng 1 titik. Dengan total 11.200 pohon yang tertanam.
“Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Saya harapkan Ansori lain dapat muncul. Agar bersama melindungi lingkungan dari pencemaran tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya dalam acara verifikasi dan validasi calon penerima penghargaan Kalpataru Provinsi Jawa Tengah.
Karena perannya itulah DLH mengajukan Ansori menjadi salah satu warga Pemalang yang akan menjadi calon nominasi Penghargaan Kaltapatu Jawa Tengah. Yaitu sebuah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasa mereka dalam melestarikan dan menjaga lingkungan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, peran Ansori tidak sendirian. Karena dirinya mengajak masyarakat sekitar terutama sekolah untuk menanam pohon di lahan kritis. Bahkan tak jarang warga Desa Beluk ini sering memberikan edukasi ke masyarakat sekitarnya. Yang bekerja sebagai petani untuk bisa bertani dengan menjaga lingkungan.
“Cara lain yang dilakukan adalah pembinaan kepada kelompok petani hutan dan masyarakat. Dengan konsep Agrofestari. Rupanya edukasi tidak hanya itu, Ansori mengedukasi masyarakat dengan penanaman pencegah longsor. Yaitu, dengan menanam nanas dan glagah. Dari itu semangat masyarakat mulai tumbuh,” tuturnya. (fan/all)










