Pemkab Pemalang Gencarkan Penyemprotan Desinfektan

SEMPROT: Bupati Agung bersama Forkopimda saat menyemprotkan cairan desinfektan di fasilitas umum Alun-alun Pemalang, Jum’at (25/2). (FIQI AZHAR / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng ­– Dalam upaya mitigasi penularan Covid-19 yang sedang meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang lakukan penyemprotan desinfektan di fasilitas umum dan tempat yang berpotensi kerumunan. Harapannya, agar meminimalisir penyebaran virus di Kabupaten Pemalang.

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo bersama Ketua DPRD Tatang Kirana, dan Sekretaris Daerah (Sekda) M. Arifin serta jajaran Forkopimda melakukan penyemprotan di Alun-alun Pemalang. Langkah tersebut kembali digencarkan karena melihat makin maraknya kasus penularan yang terjadi di Pemalang.

“Ini adalah salah satu upaya pencegahan yang kami lakukan. Dengan penyemprotan desinfektan. Karena tingginya peningkatan kasus Covid-19 dan Pemalang saat ini berada di PPKM level tiga,” tuturnya.

Selain penyemprotan, ia mengatakan, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi lainnya. Yaitu, dengan mempersiapkan tempat isolasi terpusat (isoter) di eks gedung DPRD Pemalang dan penambahan Bed pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Ashari.

Lebih lanjut, Agung menegaskan kepada masyarakat. Agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi kerumunan. Hal tersebut juga berlaku pada kegiatan OPD dan Forkopimda yang harus dibatasi. Di samping itu, ia juga menekankan, kepada masyarakat untuk mendukung percepatan vaksinasi. Agar mengurangi potensi penyebaran, dengan meningkatkan kekebalan tubuh melalui vaksin.

“Semuanya sementara ini kami batasi. Karena kasus semakin banyak. Dan untuk masyarakat, Mari kita melakukan vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh komunal di lingkungan. Dengan begitu ruang penyebaran Covid-19 dapat dipersempit,” ujarnya.

Dari data Dinas Kehatan (Dinkes) Pemalang, kecamatan dengan catatan kasus terbanyak yaitu berada di Kecamatan Taman, dengan 323 pasien positif. Urutan kedua Kecamatan Pemalang 289 pasien dan urutan terakhir atau ke 14, yaitu Kecamatan Belik 19 pasien positif. (fan/all)