Tes Covid Ditiadakan, Angin Segar bagi Pengusaha Travel

SIAP PERGI: Penumpang hendak naik kendaraan di salah agen travel Kota Semarang, Minggu (13/3). (DICKRI TIFANI BADI /JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Aturan perjalanan domestik terbaru yang mengatur calon penumpang tidak diwajibkan tes Covid, membawa angin segar bagi pengusaha travel. Pasalnya, sejak dimulainya pemberlakuan itu sejumlah agen travel alami pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah Joko Suratno saat dihubungi, Minggu (13/3). Ia menyampaikan, angin segar ini terlihat dari banyaknya agen travel yang mendapatkan jadwal pergi sejak aturan itu diberlakukan.

“Tentunya banyak yang sudah jadwalkan pergi (travel) kembali. Khususnya dengan adanya kelonggaran ini. Jadi bagi kami regulasi tersebut sangat menjadi kabar gembira. Ditambah pelaku perjalanan sudah dibebaskan dari beban biaya swab RT-PCR dan antigen,” kata Joko.

Mayoritas agen travel, sebut Joko, mengalami peningkatan jadwal pemberangkatan ke Pulau Bali. Karena, Pulau Dewata digadang-gadang sebagai market masyarakat Jateng. “Karena market permintaan kesana cukup banyak. Kedua ke Jawa Timur, seperti Bandung,” ungkapnya.

Meski sudah menjadi angin segar bagi sejumlah pengusaha travel,  pihaknya tidak akan beruforia. Ia berpesan, dengan aturan itu jangan berhenti menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai aturan.

“Kami minta para travel tetap mengedepankan prokes di era new normal. Kemudian kami berpesan kepada masyarakat juga, meskipun sudah dicabut aturan swab RT-PCR dan antigen, tetap pakai masker, jaga jarak, biar aman, agar tidak timbul masalah,” ucapnya.

Joko menceritakan, setelah dua tahun, ASITA mengalami dampak akibat pembatasan pandemi Covid-19 yang diterapkan pemerintah. Karena itu, adanya kelonggaran ini sangat disambut gembira.

Sementara itu, seorang pemilik Agen Travel Family Trans Wisata Semarang, Reza Adhitya Putra menuturkan, bironya mengalami kenaikan 80 persen sejak aturan tersebut diterapkan. Namun, ia meminta para penumpang agar jangan kendor prokes dan tidak beruforia. “80 persen kenaikan. Kebanyakan tujuan Jogja, terus ke dua Tegal,” ucapnya. (dik/gih)