Pelaku Sektor Pariwisata Harus Kembangkan Skill

SINERGI: Dari kiri, General Manager Metro Park View Hotel Pratikno, Sekretaris DPD ASPPI Jateng Revie Revi, Ketua Umum DPD ASPPI Jateng Setyo Legowo (tengah), dan Didi Hariono selaku pelaku biro perjalanan pariwisata, di Hotel Metro Park View Kota Lama, Senin (21/3). (DICKRI TIFANI BADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah Setyo Legowo meminta kepada pelaku sektor pariwisata, terutama hotel dan biro perjalanan untuk mengembangkan skill (keahlian) pelayanan untuk masyarakat. Hal itu menyusul aturan pemerintah yang memberlakukan perjalanan domestik tidak diwajibkan tes Covid.

“Anggota kami baik dari biro pariwisata maupun hotel dengan kelonggaran seperti ini (aturan perjalanan domestik), harus meng-upgrade pengetahuan dalam pelayanan. Jangan sampai kondisi saat ini mereka mengabaikan. Prinsipnya, 3M (masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) tetap diutamakan,” ujarnya saat ditemui di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang, Senin (21/3).

Pihaknya menyambut baik adanya penghapusan tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan domestik. Sebab, perekonoian di sektor pariwisata bisa meningkat.

“Artinya, pariwisata mampu bergeliat kembali dan tidak ada pembatasan lagi yang membuat pelaku pariwisata terdampak. Keinginannya, pelonggaran ini bisa menambahkan pemasukan bagi biro tour maupun hotel,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager Metro Park View Hotel Pratikno setuju dengan Ketua DPD ASPPI Jateng Setyo Legowo. Sebab, okupansi hotelnya naik turun sejak tahun 2020 hingga 2021. “Paling berat 2020. Okupansi cukup bagus pada 2021 sejak September sampai Desember, meskipun saat itu ada kebijakan larangan dan tahun baru,” kata Pratikno yang juga anggota ASPPI.

Ia mengatakan, pada momen Tahun Baru 2022 lalu, omzetnya mengalami penurunan. Sebab, masyarakat memilih di rumah karena adanya pembatasan. “Di tambah, ada pemberlakuan PPKM yang berdampak sekali hingga Februari,” ujarnya.

Kendati demikian, Pratikno mengungkapkan, untuk saat ini hotelnya mulai menggeliat kembali sejak aturan penghapusan perjalanan domestik diberlakukan. Untuk itu, ia bersama manajemen menggencarkan promosi dan berkolaborasi dengan asosiasi.

“Strateginya, berkolaborasi dengan asosiasi seperti ASPPI dan bersinergi. Tanpa asosiasi, hotel tidak bisa apa-apa. Selain itu, kami selalu aktif berpromosi di media sosial,” jelasnya.

Di sisi lain, Pratikno menceritakan bahwa hotelnya memiliki daya tarik sendiri. Pasalnya, lokasinya strategis dengan destinasi wisata Alun-Alun Kauman dan Kota Lama.

“Itulah yang menjadi daya tarik kita. Semarang daerah bawah terdapat destinasi wisata cukup menarik yang enggak dimiliki oleh kota lainnya. Apalagi, konsep kami heritage masih nyambung dengan Kota Lama,” terangnya.

Ia berharap, Ramadhan 2022 mampu memulihkan bagi pelaku pariwisata, khususnya hotel. Pihaknya pun memiliki program yang ditawarkan untuk masyarakat pada momen Ramadan yakni buka bersama (bukber).

“Biasanya, saat bulan puasa, kami ada program bukber untuk pengunjung. Harapannya, di sektor pariwisata mempunyai efek cukup besar karena pelonggaran ini. Kita juga memiliki menu andalan breakfast kearifan lokal, salah satunya bubur khas Johar,” ungkapnya. (dik/gih)