Kenalkan Puspa ke Masyarakat Lewat 5 Program

MERIAH: Anak-anak antusias mengikuti acara Putra Putri Bati Nusantara yang digelar oleh Forkom Puspa Jateng di Grand Maerakaca Taman Mini Jateng, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Forum Komunikasi (Forkom) Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Jawa Tengah merupakan organisasi yang dibentuk oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng. Agar dikenal masyarakat, Puspa membentuk lima program pemberdayaan perempuan dan anak.

Anggota Bidang Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Puspa, Hani Hapsari Ramayana menyampaikan, kelima program itu di antaranya, pemberdayaan ekonomi perempuan, sosialisasi pencegahan perkawinan anak, sosialiasi pencegahan stunting, pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan dan adokasi kajian publikasi dan penguatan jaringan. Ia mengatakan, program tersebut bertujuan bahwa Puspa hadir di tengah-tengah masyarakat.

Hani mengaku, nama Puspa di kalangan masyarakat masih asing, sehingga pihaknya mulai memperkenalkan dengan gebrakan program yang inovatif. Maka, kata dia, dalam waktu dekat ia bersama pengurusannya akan mengadakan pelatihan untuk perempuan di bidang ekonomi.

“Jadi, misalnya memilih salah satu desa untuk pelatihan kemudian dicari potensi apa yang harus dikembangkan dan diolah menjadi usaha warga, mungkin bisa keripik atau apa. Kita berikan edukasi seperti izin HAKI (hak atas kekayaan intelektual), pemasaran dan bagaimana sih harus melangkah agar warga bisa usahanya berkembang,” ucapnya.

Ia menjelaskan, salah satu sosialisasinya telah dilaksanakan dalam rangkaian acara yang digelar di Grand Maerakaca Taman Mini Jateng pada Minggu (27/3) lalu. Yaitu, kegiatan mewarnai dan pemilihan Putra Putri Batik Nusantara.

Menurutnya, rangkaian tersebut sesuai arah dibentuknya Puspa dalam pemberdayaan anak dan perempuan yang tertuang pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Permen PPPA) Nomor 13 Tahun 2021.

APRESIASI: Perwakilan dari Dinas DP3AP2KB Jateng Moh Sigit menyerah penghargaan kepada anak yang terpilih sebagai pemenang Lomba Batik Fashion Show. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

“Forum itu dibentuk untuk kepanjangan tangan pemerintah sebagai mitra meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyejahterakan perempuan dan anak.Tujuannya untuk hadir di tengah masyarakat,” paparnya.

Sebagai informasi, pemilihan Putra Putri Batik Nusantara itu diikuti peserta antara lain dari Kota Semarang , Kabupaten Semarang, Kudus, Salatiga, dan Ambarawa.

Adapun juara umum mendapatkan trophy dari Kepala Dinas Perempuan dan Anak serta tabungan 500 ribu diraih Sandadeby Kirana Azzahra dari Kota Semarang, juara umum dan tabungan 300 ribu diraih Anastya Rachel Milanisti dari Salatiga, dan juara umum dan tabungan 300 ribu lagi diraih  Stevia Pristi Novensia dari Kabupaten Semarang.

Sementara, juara 1 dan Tabungan 200 ribu diraih oleh Dea Sukmawati dari Semarang dan Vianna Ratna Shinta dari Ambarawa, juara 2 diraih Vianney Ratna Shanti Ambarawa dan Maria Berliana dari Ambarawa, dan juara 3 diraih Larasati Putrinuri dari Kudus dan Muhammad Iqbal Fauzi dari Semarang. (dik/gih)