Kisah Inspiratif PPPK Purworejo Buka Warung Sembako Gratis untuk Anak Yatim

Yan Budi Nugroho, di warung sembako gratis miliknya di Dusun Prigi, Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Kesibukannya bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Bagian Prokopim Setda Kabupaten Purworejo, tak menghilangkan kebiasaan Yan Budi Nugroho peduli pada anak-anak yatim binaannya.

Akhir bulan lalu, bertepatan dengan Lebaran Anak Yatim, Yan membuka warung sembako gratis bagi anak yatim binaannya.

Warung tanpa label harga dan tanpa kasir itu berada di kediaman Yan Budi. Ia pernah viral sebagai guru berhonor Rp 200 ribu per bulan beberapa tahun lalu di Dusun Prigi, Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Yan Budi menyampaikan, program tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin tahunan yang telah dijalankan selama delapan tahun terakhir.

“Kegiatan ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan, yaitu Lebaran Anak Yatim. Tahun ini sudah memasuki tahun kedelapan dan saya mempunyai konsep membuka warung sembako gratis untuk anak yatim,” ujar Yan, Minggu (5/7/2026).

“Namun pada tahun ini, saya gagas konsep baru berupa warung sembako gratis yang dapat diakses langsung oleh anak-anak yatim binaan saya,” imbuhnya.

Ibunda Yan Budi Nugroho, Dewi Aminasih saat melayani salah satu anak yatim binaan putranya di warung sembako gratis miliknya di Dusun Prigi, Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Menurut dia, keberadaan warung tersebut lahir dari keinginan untuk membangun kedekatan yang lebih intens dengan anak-anak binaannya. Selama ini, bantuan disalurkan dengan cara mendatangi rumah para anak yatim satu per satu.

“Kalau saya visit setiap bulan kadang waktunya habis. Warung sembako gratis ini tujuannya supaya lebih dekat secara emosional,” ungkapnya.

“Jadi ketika anak-anak membutuhkan beras, minyak, telur atau tepung, mereka bisa langsung mengambil di sini,” lanjutnya.

Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan pendidikan bagi anak-anak yatim. Khususnya, bagi mereka yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Pemuda yang sehari-hari bertugas meliput kegiatan kepala daerah ini, telah memulai kegiatan sosialnya sejak tahun 2018.

“Kalau total dari tahun 2018 sampai sekarang ada sekitar 30 anak. Yang rutin menerima bantuan ada 22 anak,” jelasnya.

“Sedangkan lainnya kami sesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan bantuan,” tambahnya.