Ambil Sebulan Sekali
Untuk pengambilan di warung sembako gratis, anak-anak diberi kesempatan sebulan sekali. Namun jika ada kebutuhan sangat penting, seperti beras atau minyak, mereka bisa langsung mengirim pesan WhatsApp ke Yan Budi.
“Tetap saya atur, sebulan sekali, tapi kalau misal urgent, butuh minyak atau beras bisa langsung ambil. Walaupun tak minta buat WA dulu,” ungkap Yan.
“Karena saya juga menjaga stok logistik biar ada terus,” tandasnya.
Sebelum warung sembako berdiri, Yan mengaku harus meluangkan waktu untuk mengunjungi rumah-rumah anak yatim satu per satu. Dalam sehari, ia biasanya dapat mendatangi dua hingga tiga anak sesuai ketersediaan waktu.
Karena kesibukannya bekerja yang terkadang hingga ke luar kota, Yan harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan sosial.
“Saya wajib bekerja secara profesional. Tetapi ketika ada amanah untuk anak-anak yatim, saya harus meluangkan waktu untuk mereka. Kadang selesai kerja malam, saya masih mengunjungi anak-anak,” ungkapnya.
Ada Rasa Khawatir
Anak-anak yatim binaannya tersebar di sekitar tujuh desa di Kecamatan Loano dan sekitarnya. Bahkan, beberapa di antaranya berada di wilayah Kecamatan Bener dengan jarak kunjungan mencapai hampir sembilan kilometer.
Menurut Yan, warung sembako gratis tersebut tidak hanya menjadi tempat penyedia kebutuhan pokok. Melainkan juga menjadi wadah kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim.
“Saya berpikir kebutuhan anak-anak ini tidak hanya uang atau sembako. Ada alat tulis, perlengkapan sekolah dan kebutuhan lainnya. Kalau ada wadah seperti ini, orang yang ingin membantu juga lebih mudah,” katanya.
Di balik itu semua, Yan mengaku kerap dihantui kekhawatiran mengenai keberlangsungan program yang dijalankannya. Namun, hal tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah.
“Sebenarnya masih banyak ketakutan. Misal bisa bertahan nggak warung sembako gratis ini dengan sumber daya pribadi yang masih kecil,” tutur Yan.
“Tapi karena beban moral aku harus punya tempat atau wadah yang bisa menampung orang-orang yang ingin berbuat baik, aku yakin bisa. Ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab karena mendapat kepercayaan,” paparnya.
Selama ini, setiap mendapat tambahan uang dari perjalanan dinas, ia akan langsung mengalokasikannya untuk anak-anak binaan. Ia juga mendapat dukungan dari keluarga, orang-orang terdekat, serta donatur.
Menjelang tahun ajaran baru, Yan pun tak lupa memberikan anak-anak tersebut bantuan untuk keperluan sekolah. Bahkan, ada satu anak bernama Wahyu yang dibiayai untuk masuk MTs dan diberi ongkos jahit seragamnya.
Ia sekaligus memberikan buku, tas, dan sepatu, agar anak tersebut semangat memasuki dunia pendidikan di jenjang berikutnya. (mrn/rds)










