KUDUS, Joglo Jateng – Dalam menjalankan program inklusi sosial, Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten (Perpusda) Kabupaten Kudus mengadakan kelas tari. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat yang mempunyai niat belajar menari. Selain itu juga sebagai nguri-uri budaya daerah setempat.
Pustakawan Perpusda Kudus Ninik Mustika Wati mengungkapkan, pihaknya membuka pelatihan tari secara gratis kepada masyarakat. Adapun tari yang diajarkan saat ini baru tari bathok baron saja. Pasalnya, kelas tersebut baru berjalan.
“Kalau di sini semuanya gratis. Memberikan kesempatan bagi orang-orang yang mempunyai keinginan. Mudah-mudahan dapat menguri-uri budaya. Ikut menyumbangkan seni di Kabupaten Kudus,” ujarnya belum lama ini.

Dengan adanya pelatihan ini, dirinya menginginkan supaya nantinya tumbuh bibit-bibit penari hebat di Kota Kretek itu. Dirinya optimis bahwa di sini masih banyak masyarakat yang miliki potensi.
“Harapan dari kelas tari yang kita buka di sini, agar nantinya bisa muncul penari-penari baru. Intinya mengali bakat sebenarnya. Mungkin yang mengikuti sudah punya bakat, tapi ingin masuk ke sanggar butuhkan biaya,” tuturnya.
Saat ditanya terkait persyaratan saat pendaftaran, pihaknya menyebut bahwa program tersebut di peruntukan untuk semua masyarakat setempat. “Langsung datang saja saat ada kegiatan, otomatis kita sediakan daftar hadir. Tidak ada syarat-syaratnya, yang penting serius saat mengikuti kegiatan,” paparnya.
Selain itu, dirinya menambahkan, saat ini sudah ada beberapa peserta yang mengikuti pelatihan tari. Sementara para peserta yang mendominasi dari kalangan anak-anak sekolah. (cr7)










