SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah berencana melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen. Rencana ini muncul, menyusul turunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Ery Widaryana membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat ini pihaknya masih dalam pembahasan terkait dengan rencana PTM seratus persen ini.
“Akan lihat kita satu minggu kedepan. Jika sudah kondusif sekali, tidak ada temuan kasus di sekolah. Maka, PTM bisa langsung seratus persen,” ungkapnya, Senin (4/4).
Untuk saat ini, PTM di Sleman masih dilakukan secara terbatas. Yakni dengan kapasitas 50 persen. Kecuali untuk Siswa kelas VI SD dan IX SMP, yang diperbolehkan untuk belajar tatap muka 100 persen di sekolah.
Siswa kelas akhir sudah diperbolehkan PTM seratus persen. Hal ini dikarenakan siswa tersebut sedang mempersiapkan untuk mengikuti ujian Asesmen Standarisasi Penilaian Daerah (ASPD). Sedangkan, bagi murid kelas dibawahnya, PTM seratus persen masih menunggu pembahasan.
“Kalau evaluasi kemarin, PTM berjalan lancar dan tidak ada masalah. Sudah tidak ada kasus Covid-19 di sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (sekda) Sleman, Harda Kiswaya menambahkan, pihaknya saat ini memang sedang merencanakan untuk menggelar PTM seratus persen. Dengan pertimbangan kasus Covid-19 sudah semakin melandai.
Di sisi lain, supaya siswa bisa mendapatkan pendidikan berkualitas, menurutnya perlu dilakukan PTM. Pasalnya, masa pandemi membuktikan bahwa metode Pembelajaran Jarak Jauh, kualitas pendidikan dinilai kurang optimal
“Tatap muka penuh mungkin setelah hari raya. Momennya itu. Kita ingin PTM seratus persen,” imbuhnya. (fif/bid)










