Bupati Pemalang Salurkan Bantuan PKLWN dari TNI

SIMBOLIS: Bupati Agung menyerahkan bantuan tunai dari TNI sebesar 600 ribu kepada masyarakat di halaman Kodim 0711 Pemalang, Senin (11/4). (UFAN FAUDHIL / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Bupati Pemalang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir langsung menyaksikan dan secara simbolis menyerahkan Bantuan Tunai Pedagang, Kaki Lima, Warung dan Nelayan (PKLWN) dari TNI. Harapannya bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah modal usaha dan tidak digunakan untuk hal yang konsumtif.

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan, melambatnya laju perekonomian nasional, menyebabkan penurunan kemampuan pada sektor usaha. Dampaknya daya beli masyarakat menurun, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, penyaluran Bantuan Tunai PKLWN ini diharapkan membantu meringankan beban dan kesulitan yang dihadapi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, karena telah memberikan bantuan ini kepada masyarakat Pemalang. Harapannya ini bisa mendorong kelancaran usaha mereka. Dan saya harap jangan dibelanjakan untuk kegiatan yang konsumtif,” tegasnya saat sambutan di Kodim 0711 Pemalang, Senin (11/4).

Ia menambahkan, dalam pembagian Bantuan Tunai PKLWN ini, ada 20.000 bantuan yang akan diberikan kepada para penerima, terkhusus pedagang, kaki lima, warung dan nelayan. Yang ditargetkan dalam sehari dapat dibagikan kepada 1.000 orang di satu kecamatan.

Sementara itu, Dandim 0711 Letkol Inf. Roihan Hidayatullah menjelaskan, kegiatan penyerahan bantuan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di Pemalang. Terutama para pelaku UMKM dan nelayan. Di samping itu, untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, membantu masyarakat terdampak, serta membangkitkan ekonomi dari dampak pandemi.

“Lima tujuan ini diharapkan bisa berjalan beriringan. Karena mereka pelaku ekonomi di tingkat bawah sangat berpengaruh dalam stabilitas perekonomian. Selain kegiatan ini, kami juga lakukan percepatan vaksinasi. Bagi setiap warga yang akan mengambil bantuan, apabila belum melakukan vaksinasi, akan langsung dilakukan penyuntikan,” terangnya.

Ia melanjutkan, pihaknya memastikan untuk seluruh masyarakat yang mendapatkan bantuan, tidak ada pemotongan. Mereka mendapatkan tunai Rp600 ribu per orang dan tidak dapat diwakilkan.

“1.000 persen saya jamin semuanya sesuai dengan komando pusat. Tidak ada pemotongan apapun dan masyarakat ketika keluar dari Kodim 0711 tetap mengantongi 600 ribu,” tegasnya.

Janah (38) warga Kecamatan Bantarbolang yang merupakan seorang pedagang sembako mengungkapkan, ia senang karena mendapatkan bantuan ini. Padahal sebelumnya ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan saat pandemi sedang marak tahun lalu. Kondisi dagangan miliknya juga sepi pembeli.

“Alhamdulillah bisa dapat dan saya akan gunakan untuk menambah modal dagangan. Harapannya kepedulian pemerintah terus ada, terutama untuk kami para pedagang,” terangnya. (fan/all)