Pemkab Bantul Dorong Industri Kreatif Daftar ke UNESCO

KUNJUNGI: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambangi salah satu pengrajin gerabah di Bangunjiwo, Kasongan, Bantul, beberapa hari lalu. (DOKUMENTASI ISTIMEWA/ JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Guna terciptanya ekosistem ekonomi kreatif yang mapan, maka berbagai upaya perlu dilakukan dalam mendorong industri kreatif. Salah satu adalah dengan mendaftarkan industri kreatif ke UNESCO (United Nations Educational, Scentific, and Cultural Organization)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul selalu mendorong agar industri kreatif dapat naik level ke tingkat internasional. Yakni dengan mendaftarkan ke UNESCO sebagai salah satu ajang jejaring kota kreatif dunia (creative city networks).

“Kami selalu mendorong industri kreatif di Kabupaten Bantul ini. Sehingga dapat diangkat ke level internasional, yaitu dengan mendaftarkannya ke UNESCO. Sebagai salah satu jejaring kota kreatif dunia,” ujar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat beekunjung ke salah satu pengrajin gerabah di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, belum lama ini.

Usulan ini mempunyai dasar yang kuat. Dimana lebih lanjut Halim mengatakan di tahun 2017, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Kabupaten Bantul telah dinyatakan sebagai kabupaten kreatif kriya terkuat di Indonesia.

“Memang industri kreatif secara umum di Bantul terus kami dorong. Sehingga tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang mapan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Halim menuturkan jajarannya sedang mempersiapkan pendaftarannga ke UNESCO. Diawali dengan mendaftar melalui Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

“Pertama mendaftar melalui ICCN, kemudian langkah selanjutnya ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Jadi bertingkat, mudah-mudahan berhasil dan Bantul dinyatakan sebagai salah satu kota jejaring kreatif dunia,” harapnya.

Halim mengatakan, banyak manfaat yang diperoleh di UCCN. Salah satunya yaitu Bantul akan semakin dikenal dan semakin kuat popularitasnya, mengenai kabupaten sentra industri kerajinan atau barang kreatif.

“Terlebih sifatnya berjejaring kota kreatif dunia. Maka bisa saling tukar informasi bahkan kerjasama di bidang marketing,” imbuhnya.

Halim mencontohkan, dengan tergabung di UCCN, maka pangsa pasar semakin luas. Baik jejaring maupun non jejaring. Contohnya dapat berjejaring dengan Kota Seoul di Korea Selatan ataupun Kota Ottawa di Canada.

“Harapannya nanti ada suatu pertukaran informasi mengenai produk industri kreatif yang di buat di Kabupaten Bantul. Nanti secara online atau real time bisa diterima oleh mitra-mitra yang ada di dunia sebagai sesama kota kreatif,” jelasnya. (ers/bid)