PATI, Joglo Jateng – Menjelang arus mudik lebaran 2022, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati bakal melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Adapun skema peralihan jalur mudik 2022 disebut masih sama dengan tahun sebelumya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Pati, Nita Agusningtyas mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait peralihan jalur mudik tersebut. Akan tetapi, pihaknya akan tetap menerapkan sistem yang telah berjalan.
“Jalur alternatif sudah kita siapkan. Hampir sama dengan skema tahun-tahun Kamis (21/4). Akan tetapi dari level pimpinan belum memberikan izin,” ungkapnya.
Diriya menjelaskan terkait skema peralihan jalur mudik 2022 yang akan diberlakukan. Dari mulai jalur perbatasan Pati-Rembang, kemudian jalur Pati-Kudus. Sedangkan arah Jepara, ia menyebut bahwa dipastikan aman. Pasalnya hanya satu jalur.
“Kalau Pati hingga Surabaya kita lewatnya di Kecamatan Wedarijaksa, kemudian Juwana. Guna mengantisipasi kemacetan di dalam kota. Kalau Kudus di utara lewat utara Gembong. Sedangkan di selatan lewat Cengkal Sewu. Dan jalur selatan, lalui Batangan, Jaken, Jakenan,” imbuhnya.
Terkait pelaksanaan jadwal peralihan jalur dirinya belum bisa memastikan. Sedangkan dilihat dari tahun lalu, di mulai H-7 lebaran. Selain itu, pihaknya memperkirakan bahwa lebaran 2022 akan terjadi lonjakan pemudik.
“Diperkirakan ada lonjakan pemudik. Karena dua tahun tidak ada pemudik, karena pandemi sudah sedikit longgar, kemungkinan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mudik,” pungkasnya. (cr7/fat)










