Pati  

Pedagang Kulit Ketupat Keluhkan Penjualan Menurun

SEPI: Tampak pedagang kulit ketupat menunggu pembeli datang di Pasar Baru Juwana, Rabu (4/5/2022). (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pedagang kulit ketupat di Pasar Baru Juwana keluhkan penurunan pejualan saat lebaran 2022. Padahal, Pemerintah Pusat telah memperbolehkan warga perantauan untuk mudik di lebaran kali. Namun justru penjulaan kulit ketupat alami penurunan.

Suci (47) salah satu pedagang kulit ketupat di Pasar Baru Juwana mengatakan, pembeli kulit ketupat lebaran 2022 cenderung menurun. Hal itu ia rasakan setelah hampir satu minggu berjualan.

Dirinya menyebutkan bahwa di lebaran tahun ini hanya bisa menjual 20 iket atau 2 ribu lembar janur setiap harinya. Jumlah tersebut tergolong menurun jika dilihat dari lebaran sebelumnya.

“Jualan sepi, tidak seperti dulu. Lebaran tahun kemarin masih ramai. Minimal masih bisa menjual 2 ribu ikat. Sedangkan lebaran ini hanya bisa menjual seribu lembar atau 20 ikat janur,” terang Suci, Rabu (4//5/2022).

Selain itu, ia juga mengeluhkan terkait harga kulit ketupat yang setiap harinya alami penurun. Hal itu terjadi akibat permintaan pembeli dan mengacu pedagang yang lainnya.

“Sebelumnya satu ikat harganya Rp 20 ribu. Sedangkan saat ini harganya hanya Rp 20 ribu. Jadi setiap hari harganya turun,” imbuhnya.

Perempuan yang sudah berjualan kulit ketupat dari 2018 itu membawa 40 ikat janur untuk dijual. Sedangkan ia mengaku keuntungan hasil kulit ketupat tahun ini sekitar Rp 100 ribu per hari.

“Satu ikat belinya 10 ribu. Kemudian saya jual 15 ribu. Jadi per ikatnya untung Rp 5 ribu. Saat ini sehari hanya menjual 20 ikat. Itupun tidak pasti habis segitu,” tambahnya.

Suci mulai berjualan dari jam 06.00 hingga pukul 16.00. Dan ia menyebut lonjakan pembeli ketupat biasanya ramai di hari ke 7 lebaran. Dilihat dari tahun sebelum capai 3 ribu ikat perharinya.

Dia menambahkan, pembeli ketupat tidak hanya dari masyarakat Kecamatan Juwana saja. Akan tetapi, ada yang dari wilayah lainnya. Mulai dari Batangan, Winong, bahkan ada yang dari Tayu. Dan ia akan berhenti jualan kulit ketupat setelah pembeli sudah sepi.

“Nanti kalau pembelinya masih banyak jualan sampai hari Rabu (4/5/2022). Kalau peminatnya sudah tidak ada mungkin hari Senin paling sudah berhenti,” pungkasnya. (cr7/fat)