PATI, Joglo Jateng – Beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mahasiswa kurang mampu sudah tiga bulan tidak cair. Beasiswa ini pun rencananya bakal dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengungkapkan, beasiswa ini bersumber dari CSR perusahaan. Namun sebelumnya mandek lantaran CSR dari sejumlah perusahaan belum cair.
“Karena pakainya CSR, ada beberapa perusahaan yang tak mengkasih. Tapi kita coba gali bagaimana anggarannya,” ucapnya.
Saat ini setidaknya baru tiga lembaga yang menyalurkan CSR untuk beasiswa ratusan mahasiswa tersebut. Di antaranya PG Trangkil, Baznas Pati, dan Bank Jateng.
“Tapi sudah kita himpun yang sudah melaksanakan. Juknisnya juga masih kita bikin. Semuanya kita jalankan. Tidak berhenti. Cuma perusahaan saya tagih, belum tentu dia memberikan sama dengan tahun 2025. Ada yang mundur ada yang tidak,” terangnya.
Meskipun demikian, Chandra memastikan beasiswa ini tetap berjalan. Untuk pembiayaan, pihaknya bakal menganggarkan dana dari perubahan APBD 2026. Kebijakan ini dilakukan agar ratusan mahasiswa penerima manfaat tidak putus kuliah.
“Agenda perubahan kita anggarkan. Karena kita tidak bisa memaksa. Karena CSR hukumnya tidak wajib. Jadi perusahaan yang punya kelebihan semoga mau memberikan,” pungkasnya.
Sebagaimana informasi, beasiswa dari Pemkab Pati ini untuk sekitar 183 mahasiswa. Namun program tersebut mandek mulai April, Mei, dan Juni 2026. Dampaknya, ada satu penerima manfaat yang dikabarkan sampai putus kuliah. (lut/fat/rds)










