BANTUL, Joglo Jogja – Harga hewan ternak di Kabupaten Bantul mengalami kenaikan. Pada hewan jenis sapi, kenaikan mencapai tiga juta per ekor. Sementara pada kambing, mengalami kenaikan antara lima ratus hingga enam ratus ribu per ekornya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo mengatakan, ternak yang masuk di Pasar Imogiri Bantul belum lama ini mengalami penurunan hingga 30 persen. Baik hewan ternak sapi maupun kambing.
“Ternak yang masuk di Pasar Imogiri, baik sapi maupun kambing mengalami penurunan hingga 30 persen. Dan sekarang harganya naik, sapi mencapai tiga juta per ekor, kambing 500 sampai 600 ribu per ekor,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.
Menurutnya, hal ini disebabkan salah satunya karena ketersediaan hewan ternak yang berkurang. Sehingga memicu kenaikan harga.
“Memang karena hukum ekonomi, antara penawaran dan ketersediaan. Seperti kemarin, dipasaran sapinya jarang, tapi permintaannya cukup besar,” ucapnya.
Lebih lanjut, Joko mengatakan seekor sapi biasanya dibandrol dengan harga Rp 18 juta. Namun saat ini, seekor sapi dapat mencapai harga Rp 21 juta per ekornya.
Sementara untuk kambing, sebelumnya dengan harga Rp3 juta telah mendapatkan ukuran yang besar untuk satu ekornya. Namun saat ini mengalami kenaikan antara 500 hingga 600 ribu rupiah per ekornya.
“Di Pasar Imogiri dihari biasa sebelum adanya PMK, sapi bisa mencapai 700 ekor sekali pasang. Kambing, domba sekitar 700-800 ekor. Tapi saat ini berkurang sekitar 30 persen,” paparnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terkait penyakit PKM. Sehingga dipastikan hewan yang ada Bantul terjamin kesehatannya. Selain itu, pihaknya juga tidak akan melakukan penutupan pasar hewan di wilayah Bantul.
“Kita terus melakukan antisipasi PMK. Saat ini obat dan desinfektan terus terang sudah menipis. Nantinya akan kita minta kembali untuk ketersediaan stok, harapan kami juga Bantul tidak akan menutup pasar hewan,” katanya. (ers/bid)










