Kudus  

Kisah Pemuda Pati di Kudus Kelola Gaji untuk Tabungan Emas dan Modal Usaha

Fatkur Rahman, pemuda asal Pati yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kudus. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bagi Fatkur Rahman, pemuda asal Pati yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kudus, pengelolaan keuangan bukan sekadar menyimpan uang di rekening bank. Ia memiliki pandangan jauh ke depan tentang tabungan, investasi, hingga rencana membangun usaha yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Dirinya mengaku mulai membuka rekening BRI pada 2025. Keputusan tersebut bukan karena pertimbangan khusus terkait layanan perbankan, melainkan mengikuti ketentuan dari tempat kerjanya yang menggunakan fasilitas perbankan tertentu untuk proses penggajian karyawan.

Meski memiliki rekening BRI, ia tidak menjadikannya sebagai rekening utama untuk berbagai transaksi sehari-hari. Untuk kebutuhan usaha maupun aktivitas keuangan lainnya, ia lebih sering menggunakan rekening bank lain.

Baginya, rekening BRI lebih difungsikan sebagai tempat menerima gaji sekaligus menyimpan dana yang tidak ingin digunakan dalam waktu dekat.

“Rekening ini saya jadikan tabungan dan dana darurat. Jadi sebisa mungkin tidak saya ganggu,” ujarnya.

Menurut Fatkur, setiap orang perlu memiliki simpanan yang benar-benar disiapkan untuk menghadapi kondisi tak terduga. Karena itu, sebagian penghasilannya disisihkan secara khusus agar dapat menjadi cadangan keuangan di masa depan.

Selain menabung, Fatkur juga mulai memikirkan investasi jangka panjang. Salah satu instrumen yang menarik perhatiannya adalah emas fisik. Ia menilai emas memiliki nilai yang relatif stabil dan dapat disimpan secara langsung tanpa bergantung pada sistem digital.

Baginya, kepemilikan emas batangan memberikan rasa aman tersendiri. Ia mengaku masih berhati-hati terhadap berbagai bentuk investasi digital karena mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

“Kalau emas fisik, barangnya ada di tangan kita. Itu yang membuat saya lebih tenang,” katanya.

Tak hanya memikirkan tabungan dan investasi, Fatkur juga memiliki cita-cita untuk membangun usaha yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Menurutnya, sektor pangan akan selalu dibutuhkan masyarakat sehingga memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang.