Event-event yang mulai berlangsung membuat para pedagang menikmati dampaknya. Seperti Novia, dagangannya laku dua kali lipat. Tidak seperti saat pandemi lalu.
PARA pedagang mulai mendapat angin segar. Setelah sebelumnya selama dua tahun adanya pandemi Covid-19, membuat perekonomian pelaku usaha mengalami dampak yang signifikan. Tidak hanya sepi pembeli saja, event-event dimana bisa menjajakan produk pun tidak bisa digelar pada saat itu.
Dengan kondisi yang sudah mereda ini, beberapa gelaran mulai berlangsung lagi. Dari event kecil maupun besar sudah kembali digelar kembali demi memulihkan perekonomian para pelaku usaha.
Seperti gelaran car free day (CFD). Di Kabupaten Kudus, CFD sudah kembali digelar dua pekan ini. Meskipun masih ada pembatasan yang dilakukan, pelaku usaha mempunyai peluang cuan yang baik dengan adanya gelaran ini.
Salah satu pedagang kerudung yang ada di CFD, Novia Dini warga Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota mengaku sangat senang dengan adanya gelaran ini kembali. Pasalnya, pundi-pundi rupiah mampu didapatkannya kembali. Bahkan dua kali lipat dari biasanya.
Novia mengatakan, sejak pukul 04.30 hingga pukul 08.00, dirinya mampu menjual hingga 50 pcs kerudung pada saat di CFD. Jumlah ini lebih dua kali lipat dari penjualan biasanya yang hanya mencapai 20 pcs kerudung perharinya.
“Saya punya toko sendiri di wilayah Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, akan tetapi sehari hanya laku 20 pcs kerudung saja. Kalau di sini, benar waktunya hanya sedikit, namun penjualannya dua kali lipat lebih dari biasanya,” ucapnya.
Adapun, kerudung yang dibawanya ke CFD, dibanderol dengan harga mulai dari Rp 13 ribu hingga Rp 30 ribu, sesuai bentuk dan model kerudung itu sendiri.
“Senang sekali dengan adanya CFD. Jualan saya laris. Semoga dapat berlangsung terus dan bisa memulihkan kembali perekonomian para pelaku usaha yang terlibat di CFD ini. setelah dua tahun sebelumnya terhambat adanya Covid-19,” pungkasnya. (sam/gih)










