Pati  

Ribuan Mangrove Baru Tanam Rusak

Eko Putranto Fungsional Pengendali Lingkungan DLH Pati (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Ribuan mangrove yang baru ditanam di tiga kecamatan Kabupaten Pati rusak. Berdasarkan pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, kerusakan terjadi akibat diterjang banjir rob, beberapa waktu lalu.

Fungsional Pengendali Lingkungan DLH Pati, Eko Putranto mengatakan, mangrove baru di tanam habis di terjang air pasang. Adapun mangrove yang rusak baru ditanam pada tahun 2021 hingga 2022.

“Yang rusak itu mayoritas mangrove baru di tanam. Kalau jumlah bibit mangrove yang baru ditanam ada sekitar 35 ribu,” tuturnya, Senin (7/6).

Titik mangrove yang mengalami kerusakan berada di tiga kecamatan berbeda. Mulai dari kawasan pesisir di Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso, dan Trangkil.  Berdasarkan keterangannya, kerusakan di setiap desa berkisar antara 4 hingga 5 hektare.

Saat ditanya terkait upaya penanam mangrove ke depan, pihaknya baru akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Selain itu, pihaknya juga memperhitungkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kalau perencanaan (penanaman kembali, red) tetap ada, tapi harus mendengar masukan dari tokoh-tokoh pesisir, kelompok kerja mangrove pesisir, dan dinas terkait seperti cabang dinas kehutanan wilayah. Jadi jangan sampai lagi nasib mangrove seperti Senin (7/6),” imbuhnya.

Menurut Eko, posisi yang baik untuk ditanami mangrove di kawasan pesisir berlumpur. “Jadi memang mangrove akan lebih baik ketika ditanam di kawasan berlumpur, bukan kawasan yang berpasir. Sehingga, akar tanaman bisa lebih kuat,” pungkasnya. (cr7/abd)