Figur  

Lestarikan Budaya Indonesia melalui Tari

Siwi Lestari. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

SIWI Lestari, gadis penyuka tari ini memang telah memulai menari sejak kecil. Bahkan, ia terlihat mahir dalam menari. Sehingga orang-orang terdekatnya mendukungnya untuk menekuni tari.

Dukungan yang ia dapat mendorongnya untuk lebih jauh lagi terjun ke dunia tari. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk begabung dengan salah satu grup kesenian.

Gadis asal Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Purworejo ini mengaku, pada awal belajar tari ia mengalami kesulitan saat menyamakan gerakan dengan iringannya. Namun dengan banyak berlatih, akhirnya ia pun bisa mengikuti gerakan tersebut.

Menurutnya, salah satu tarian tradisional favoritnya adalah tari dolalak, karena memiliki gerakan yang unik. Selain gerakannya, dari segi busana juga merupakan pakaian khas. Yakni seperti seorang prajurit, dan tariannya diiringi musik tradisional.

“Menyukai tari itu selain sebagai hobi juga sekaligus untuk menjaga warisan budaya. Nguri-nguri kabudayaan, menjaga dan melestarikan tarian tradisional,” ungkapnya, saat dihubungi Kamis (9/6).

Selain tari dolalak, ia pun berlatih tarian lain. Seperti tari gambyong, merak, dan srikandi mustakaweni.

Ia yang tergabung dalam salah satu komunitas tari di daerahnya pun memiliki berbagai prestasi. Sehingga membawanya untuk tampil ke berbagai daerah.

Prestasi yang diraih oleh komunitasnya diantaranya juara II lomba tari dolalak se-Kabupaten Purworejo Tahun 2016, juara I Festival Dolalak Kaligesingan Tahun 2019 dan juara III kirab budaya dalam rangka festival Tidar Tahun 2016.

“Paling sering tampil di Purworejo. Tapi pernah juga tampil di Jogjakarta, Magelang, Wonosobo, dan Temanggung,” kata gadis yang juga memiliki hobi fotografi ini.

Gadis jurusan manajemen di Kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo ini memiliki banyak pengalaman dikomunitasnya. Dari lelahnya latihan menari, hingga tetap pentas meski dibayar tidak sesuai dengan nominal yang seharusnya.

“Pernah capek latihan karena latihannya bareng dan banyak yang ngundang buat isi acara dan lomba festival, seneng banget sih. Pernah juga kita tetap tampil meski yang mengundang kurang biaya, adanya berapa kita tetap tampil. Karena niatnya juga persaudaraan,” ucapnya.

Ia berharap, komunitasnya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga dapat lebih aktif dan lebih banyak lagi untuk mengikuti acara dan perlombaan. Sebab, saat pandemi kemarin, komunitasnya sempat jarang latihan dan sepi job. (ers/bid)