JEPARA, Joglo Jateng – Melonjaknya harga minyak goreng kemasan, berdampak kepada pergeseran konsumsi minyak goreng curah yang harganya masih cukup terjangkau. Dampak dari fenomena tersebut, menjadikan distributor minyak goreng curah menjadi tidak seimbang antara permintaan dan kesediaan stok, akibatnya harga cenderung naik.
Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko menyampaikan keluhan masyarakat terkait mahalnya minyak goreng curah mencapai Rp 18.000 – Rp 19.000 pada pengecer. Hal ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Jepara untuk segera mengambil tindakan menyetabilkan harga minyak goreng. “Harga minyak goreng dari distributor ini harus kita pantau harganya setiap hari,” kata Edy.
Hasil pemantauan pada 6 Juni lalu, secara umum ketersediaan stok minyak goreng di Jepara relatif aman atau cukup. Harga minyak goreng curah untuk wilayah Kecamatan Welahan, Kalinyamatan dan Jepara terpantau antara Rp 15.500 sampai Rp 16.000 ditingkat penyalur.
Edy menginstruksikan kepada Disperindag untuk melakukan monitoring kepada pasar-pasar yang ada di Jepara. Hal itu dilakukan untuk mengetahui harga minyak goreng curah yang ada dipasar, guna memutus mata rantai mafia minyak goreng curah yang ada di Jepara.
“Kepala pasar dengan koordinasi TPID kita turun bersama-sama, kerja cepat bersama untuk menangani permasalahan minyak goreng curah,” tegasnya. (hms/fat)










