PEMALANG, Joglo Jateng – Cuaca buruk yang terjadi di Pemalang sejak awal tahun, hingga kini masih terus berlangsung. Bahkan hal itu menyebabkan terjadinya beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang terjadi bencana alam tanah longsor dan banjir rob. Oleh karena itu, Bupati Pemalang mengimbau masyarakat agar selalu siaga dan tanggap bencana, terutama di wilayah rawan bencana.
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo menjelaskan, selain karena faktor cuaca, wilayah Pemalang berpotensi terjadi bencana karena ada dua faktor. Yaitu adanya beberapa wilayah berada pada retakan bumi, salah satunya Kecamatan Watukumpul. Serta area rawan banjir rob di Kecamatan Ulujami.
“Beberapa faktor Pemalang banyak terjadi bencana, terutama di daerah punggung karena berada di retakan bumi yaitu Watukumpul dan daerah rawan rob di pesisir wilayah Ulujami. Khusus di daerah tersebut, masyarakat diharapkan selalu siaga dan tanggap,” terangnya di Gedung Paripurna DPRD, Senin (27/6).
Ia mengatakan, untuk daerah desa yang berada di retakan yaitu Watukumpul, beberapa kepala keluarga (KK) harus di relokasi ke tempat lebih aman. Karena wilayah tersebut rawan terjadi tanah longsor, akibat adanya pergeseran tanah.
“Ada beberapa KK yang sudah kita relokasi. Alhamdulillah mereka malah senang ketika pindah tidak ada penolakan. Soalnya tidak mungkin tetap bertahan di rumah yang rawan longsor pastinya berbahaya untuk mereka,” jelasnya.
Selain itu, terkait dengan penanganan banjir rob di Kecamatan Ulujami, Bupati Agung mengatakan, bahwa wilayah itu sudah masuk dalam program pembangunan prioritas dari pusat. Yaitu sabuk laut atau tanggul pencegah banjir. Hal itu akan segera direalisasikan, agar masyarakat Ulujami aman dari banjir rob.
“Kita terus komunikasi dengan pusat untuk program prioritas tersebut, agar segera dilakukan pembangunan tanggul laut. Karena saya melihat sendiri hampir setiap hari di sana terjadi banjir rob air laut, apalagi ditambah cuaca yang tidak menentu, sehingga memperparah banjir tersebut,” terangnya. (fan/all)










