BATANG, Joglo Jateng – Budidaya ikan menggunakan keramba telah lama dikenal warga Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Salah satu pelopornya yaitu Imam Sayogo (70) yang pertama kali membuat keramba bersama temannya, dengan memanfaatkan aliran sungai yang ada di desanya.
“Berawal dari melihat aliran sungai yang jernih, saya berinisiatif bersama teman untuk memanfaatkan dengan budidaya ikan menggunakan keramba.Dengan ukuran panjang dua meter dan lebar satu meter,” terang Imam Sayogo saat ditemui di rumahnya Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Ia menjelaskan, pertama kali budidaya ikan itu dilakukan 10 tahun lalu. Pihaknya meletakkan empat keramba yang masing-masing berisikan 200 ekor ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan yaitu, ikan nila dan ikan mas. Untuk saat ini, sudah ada 70 keramba yang dikelolanya.
“Perawatan hingga panen budidaya ikan menggunakan keramba sangat mudah. Dengan membeli bibit ikan berukuran dua jari, dalam jangka waktu 6 hingga 12 bulan sudah bisa dipanen,” jelasnya.
Ia melanjutkan, untuk pemberian makannya juga sangat irit. Karena aliran sungai ini sudah membawa banyak makanan alami, tinggal pemberian tambahan nutrisi seperti pelet satu kilogram cukup untuk seminggu, dan diberikan sehari satu kali, pada pagi hari.
“Pembeli ikan keramba biasanya datang sendiri ke kampung, bagi yang sudah langganan. Untuk ikan nila, dijual dengan harga Rp40.000/kg dan untuk ikan mas dijual dengan harga paling murah Rp80.000/kg disesuaikan dengan ukuran ikan,” terangnya.
Keberhasilan membudidayakan ikan menggunakan keramba di aliran sungai ini menumbuhkan semangat para pemuda desanya, untuk ikut bergabung. Makanya, saat ini perkembangannya keramba sudah banyak.
“Budidaya ikan di kampung kita ini, merupakan penghasilan sambilan. Karena pekerjaan utama kita mayoritas pedagang dan petani,” imbuhnya. (hms/all)










