SLEMAN, Joglo Jogja – Kerusuhan di kawasan Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman akhir-akhir ini kembali terjadi. Sejumlah upaya dilakukan guna mencegah terjadinya kerusuhan di kemudian hari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya mengaku menyayangkan atas terjadinya kerusuhan tersebut. Menurutnya, adanya permasalahan seharusnya bisa di selesaikan dengan cara yang baik.
“Kemarin kita sudah duduk bersama perwakilan untuk melakukan mediasi didampingi Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” katanya Selasa (5/7).
Lebih jauh ia menjelaskan, langkah dialog tersebut dilakukan sebagai proses penyelesaian masalah. Meskipun dalam praktiknya, ia mengaku perlu dukungan dari segala pihak, termasuk masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mengaku telah menangani korban luka dengan berupaya menjamin pengobatannya di rumah sakit. Bahkan ia juga sempat menjenguk korban yang terluka di rumah sakit. “Pengobatan korban akan ditanggung Pemerintah, melalui Pemkab Sleman dan bantuan dari Pemprov DIY,” lanjutnya.
Ia berharap, kejadian tersebut tidak akan terulang kembali. Pasalnya, adanya kerusuhan hanya akan memberikan kerugian bagi semua pihak. Termasuk masyarakat umum karena fasilitas umum juga terkena imbasnya.
Di samping itu, menurutnya, secara umum DIY dihuni oleh masyarakat dari berbagai daerah, sehingga rawan terjadi konflik. Kendati demikian, penyelesaian konflik yang baik bisa menjadi sarana untuk menyelesaikan konflik tersebut.
“Yogyakarta itu seperti miniatur Indonesia. Banyak masyarakat dengan latarbelakangnya masing-masing. Kami berharap, baik masyarakat Yogyakarta maupun pendatang bisa hidup berdampingan dengan damai,” pungkasnya.(fif/ziz)










