Opini  

Kecemasan dan Cara Mengelola Gangguannya

ILUSTRASI: Mencintai Diri dan Menjaga Kesehatan. (ANTARA/JOGLOJATENG)

KECEMASAN atau anxiety adalah hal umum yang dirasakah oleh setiap orang di dunia. Biasanya, ditandai dengan perasaan tidak nyaman, khawatir, serta tegang yang menjalar ke seluruh tubuh.

Kecemasan menjadi salah satu alasan paling besar orang untuk tidak melakukan apapun, termasuk alasan untuk bolos kerja. Siapapun bisa mengalaminya, termasuk anak-anak dan remaja.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kesehatan Universitas Indinesia, menyatakan bahwa di Indonesia sendiri ada lebih dari 95% responden berusia 16-24 tahun yang mengatakan pernah mengalami gejala kecemasan. Bahkan 88% diantaranya mengaku pernah mengalami depresi.

Ketika kecemasan begitu menghantu kita dan menjadi belenggu dalam menjalani produktivitas, di titik mana kecemasan ‘pertama’ seperti kekhawatiran, ketakutan, dan ketidaknyamaman berkembang menjadi kecemasan ‘kedua’? Dimana dalam kondisi ini kesehatan menjadi terganggu bahkan bisa saja menyebabkan kelumpuhan?

Belum ada ahli yang mampu menjawab pertanyaan ini. Tetapi selalu, ketika ada orang yang mengalami gejala sepeti di atas, mereka akan langsung menyarankan untuk meminta pertolongan dan mengatasinya dengan serius.

Meskipun studi tentang kecemasan sudah ada begitu banyak, serta jumlah orang yang terdampak pun tidak sedikit, tetapi ini masih menjadi PR besar bagi para ahli dan kita semua untuk menemukan solusi yang tepat.

Cara Meminta Pertolongan ketika Mengalami Gangguan Kecemasan

Para ahli mengatakan jika kita membutuhkan bantuan tenaga profesional untuk mengatasai kecemasan dan gangguan kecemasan yang masif. Tetapi apakah dengan mendatangi kantor-kantor medis, kecemasan kita akan begitu saja berakhir?

Orang lebih sering tidak bisa memahami penyebab kecemasan yang muncul di dalam dirinya. Dampaknya muncul bagi tubuh, tetapi orang tidak mampu menuntaskannya sampai ke akar.

Cara terbaik untuk menuntaskan kecemasan dan gangguan kecemasan selain mendatangi dokter dan meminum ramuannya adalah dengan mengenali dan memahami sumber kecemasan.

Rasa cemas biasanya datang ketika kita mengalami ketidakpastian terhadap suatu hal yang akan kita lakukan atau apapun yang ada di depan kita. Ketika ragu-ragu itu muncul, kecemasan akan menjalar dan membuat tidak tenang. Jika tidak ditangani dengan cepat, kecemasan itu akan menjadi gangguan kecemasan yang mengikuti kita setiap saat.

Salah satu cara paling hemat adalah dengan memahami sumber kecemasan dan menyelesaikannya. Menguraikan rasa ketidaknyamanan dan berani mengambil langkah untuk menghadapi apapun yang ada di depan, meskipun penuh dengan kemungkinan dan resiko.

Karena sejauh apapun atau sebanyak apapun dokter yang kita datangi, tetapi kita tidak memahami penyebab permasalahannya, selamanya kita akan berada dalam ambang ketidaktahuan akan diri sendiri. Kita harus mampu tahu tentang diri sendiri dan mengelola setiap permasalahan yang ada dengan penh tanggung jawab. Jika bukan kita yang menolong diri kita, siapa lagi? (en)