Oleh: Siswanto, S.Pd.
Guru SDN 01 Gedeg, Kec. Comal, Kab. Pemalang
DALAM Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 Tahun 2021 tentang penghapusan ujian nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan program baru, yaitu asesmen nasional. Asesmen merupakan tindakan untuk mencetuskan kualitas dan hasil pembelajaran (Resti dkk, 2020). Asesmen nasional berbasis komputer atau disebut ANBK ini dilakukan pada setiap jenjang sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/SMK. Asesmen nasional dilakukan dengan 3 instrumen, yaitu asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bertujuan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif siswa. Survei karakter bertujuan untuk mengukur sikap, kebiasaan, values sebagai hasil belajar non kognitif. Sedangkan survei lingkungan belajar ditujukan untuk kepala satuan pendidikan yang bertujuan untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah. Dalam ANBK ini, terdapat beberapa soal dalam bentuk pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, mencocokkan, isian singkat, dan esai.
Penilaian ANBK terutama pada instrumen penilaian AKM meliputi literasi dan numerasi memerlukan penalaran cukup tinggi terhadap siswa serta bentuk soal yang tergolong baru membuat mental siswa sedikit tertekan (Malaikosa & Permata, 2021). Pemilihan data sampel peserta ANBK dilakukan secara acak, sehingga bukan siswa yang pandai saja yang terpilih dari setiap sekolah. Hal ini membuat mental siswa, terutama tingkat kecemasan siswa semakin meningkat, baik dari siswa yang pandai maupun kurang pandai. Kecemasan yang timbul yaitu kecemasan sebelum menghadapi ujian atau penilaian.
Kesiapan mental selanjutnya yaitu menghadapi AKM, di mana kompetensinya mengukur hasil belajar kognitif yang meliputi literasi membaca dan numerasi. Literasi adalah kemampuan dalam mempelajari, menggunakan, mengevaluasi dan mempertimbangkan berbagai jenis teks tertulis. Sedangakan numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, cara, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dan guru dapat bekerjasama mempersiapkan AKM dengan upaya meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah dasar yaitu dapat melatih kemampuan literasi dan numerasi.
Kemampuan literasi dan numerasi dapat berkembang dan meningkat apabila diadakan latihan. Guru dapat mengadakan latihan literasi kepada siswa dengan membiasakan siswa mebaca buku kemudian menulisnya kembali kedalam bentuk catatan dibuku masing-masing siswa. Hal lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi yaitu guru dapat mengadakan waktu 10 menit sebelum kegiatan pembelajaran untuk kegiatan membaca, membuat karya tulis dalam bentuk karangan maupun sastra anak, menggabungkan kata dan angka dala bentuk percakapan, meningkatkan kemampuan numerasi dengan permainan dan melatih siswa dengan pemberian soal-soal numerasi. Dalam meningkatkan kecakapan literasi dan numerasi siswa, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak seperti orang tua, guru dan pihak sekolah. Kemampuan tersebut tidak akan meningkat tanpa adanya dorongan dan motivasi dari berbagai pihak tersebut.
Kesiapan mental yang lain yaitu kesiapan mental siswa saat menghadapi ujian berbasis IT atau komputer yang masih asing bagi siswa terutama siswa yang belum terbiasa menggunakan komputer baik dirumah maupun disekolah. Siswa yang akan mengerjakan ujian berbasis komputer ini dianjurkan untuk santai, karena jika grogi akan mempengaruhi daya nalar siswa. Untuk membiasakan siswa memakai komputer dapat diadakan latihan menggunakan komputer di sekolah sebelum menghadapi ANBK. Menurut syaiful dalam (Shaleha, R., & Shalihah, 2021) ada beberapa persiapan yang dapat diperhatikan siswa dalam menghadapi ujian termasuk ANBK yaitu: 1) Mempersiapkan diri dengan belajar teratur dan penuh disiplin; 2) Menyiapkan catatan yang mungkin masih belum lengkap dan materi yang kurang; 3) Mengetahui dengan pasti jadwal ujian, dengan mudah menyiapkan jadwal belajar; 4) Pelajari dulu materi pelajaran yang dianggap lebih mudah baru beralih kemateri yang sulit; 5) Kumpulkan dan pelajari contoh-contoh soal yang pernah dipelajari. ANBK pada dasarnya bertujuan untuk pengembangan kompetensi dan karakter siswa, sehingga diharapkan dapat memperbaiki mutu pendidikan. (*)








