UMKM  

Desa Wisata Asap Indah Wonosari, Sediakan Aneka Ikan Asap

RAPIKAN IKAN: Afifah saat menjual dagangannya di Sentra Pengasapan Desa Wisata Asap Indah Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (MUHAMMAD FAJAR SYAFIQ AUFA/JOGLO JATENG)

SALAH satu hasil komoditas di Kabupaten Demak adalah sektor perikanan. Tidak heran banyak masyarakat yang berada di daerah pesisir berjualan ikan. Ikan-ikan itu diolah menjadi berbagai macam produk. Di antaranya menjadi ikan asap.

Sementara, salah satu daerah yang terkenal menjadi sentra pengasapan ikan adalah di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang. Desa itu didapuk sebagai Desa Wisata Asap Indah Wonosari.

Salah satu pedangang di sentra ikan asap tersebut, Siti Nur Afifah (29) menceritakan, dirinya menjual berbagai macam ikan asap di Desa Wisata Asap Indah Wonosari. Seperti ikan manyung, pare, salem, tongkol, petek dan kepala manyung.

Afifah menjelaskan, dirinya mendapatkan bahan baku untuk ikan asap dari pengepul yang biasanya mangkal tiap pagi di depan Setra Pengasapan Asap Indah Wonosari. Setelah itu, dirinya baru memproduksi menjadi ikan asap.

“Saya mendapat ikan mentah itu dari bos-bos yang setiap pagi atau sore berada di depan sentra pengasapan ini. Setelah itu saya produksi di sini, yaitu dibakar menjadi ikan asap ini,” terangnya saat ditemui, belum lama ini.

Ia menambahkan, dirinya menjual ikan asap produksinya di Setra Pengasapan Asap Indah Wonosari dengan harga yang bervariasi. Yakni tergantung besar kecilnya ikan, dan jenis ikannya.

“Kalau yang kecil dari Rp 2.500 sampai Rp 5.000, yang ukuranya sedang Rp 8.000. Kalau kepala manyung satu kilo Rp 30.000 sampai Rp 35.000, kalau ikan petek Rp 7.000 sampai Rp 10.000, terus kalau ikan semarnya Rp 12.000,” paparnya.

Afifah menjelasakan, ia berjualan di Setra Pengasapan Asap Indah Wonosari hanya melanjutkan dari orang tuanya. Dalam satu hari, omzet yang ia dapatkan mencapai ratusan ribu.

“Kalau jualan di sini sudah lama, tapi kalau saya baru karena saya nglanjutin dari orang tua saya. Omzet saya per hari kurang lebih 300 ribu,” ujarnya.

Selama jualan di tempat tersebut, Afifah bukan tanpa kendala. Menurutnya, salah satu kendala yang dialami oleh para pedagang asap di Setra Pengasapan Asap Indah Wonosari, tidak adanya tempat khusus pembuangan limbah. Sehingga para pedagang ikan asap, sering dimarahi para warga karena pencemaran lingkungan.

“Harapanya pemerintah memperhatikan terkait pembuangan limbah. Karena di sini tidak ada penampungan khusus. Kalau pedagang buang limbah di buang ke selokan itu dan kalau banjir limbah itu kemana-mana. Dulu juga pernah dimarahin para petani karena buang di aliran itu,” jelasnya. (cr10/gih)