DEMAK, Joglo Jateng– Kawasan wisata religi Makam Sunan Kalijaga Demak kini sudah dibuka kembali untuk masyarakat umum (31/7).
Sebelumnya, karena terjadinya pandemi Covid-19, wisata religi Sembilan Wali ini sempat mengalami buka-tutup. Hal ini berdampak pula pada kondisi perekonomian para pedagang yang yang berjualan di kawasan tersebut.
Salah satu pedagang di sana, Wiji (47) mengatakan bahwa dirinya merasa lega karena kawasan Makam Sunan Kalijaga sudah kembali dibuka. Sehingga bisa menaikkan omset penjualan dagangannya.
“Tahun kemarin vakum tidak ada kegiatan sama sekali. Kalau ini kan Alhamdulilah masih ada pengunjung yang ke sini, jadi lumayan juga ada hasilnya di banding tahun kemarin,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan jika dirinya sudah dua tahun berjualan dan menyewa kios di kawasan tersebut. Ia menjajakan berbagai macam pernak-pernik pakaian.
“Saya ngontrak pertahun 6 juta, disini jual pakaian, sarung, peci dan bermacam macam lainya, harganya mulai dari 10 ribu sampi paling mahal itu 80 ribuan,” jelasnya.
Dampak pemberlakuan nbuka tutup kawasan Makam Sunan Kalijaga juga dialami Wahyu Tri Asih (22). Ia mengaku sudah berjualan di sana sejak tahun 1993.
“Sudah 29 tahunan jualan di sini dan toko ini punya sendiri kebetulan yang belakang toko ini rumah saya jadi masih ada sisa terus di buat kios jualan,” tuturnya.
Ia menceritakan, adanya pandemi membuat dagangannya sepi pengunjung. Bahkan ia sampai menutup toko miliknya.
“Kendalanya mungkin itu sih, karena kemarin makam ditutup jadi pengunjung juga berkurang,” ucapnya.
Wahyu mengharapkan, tidak ada lagi penutupan kawasan Makam Sunan Kalijaga untuk wisata religi sehingga ia bisa tetap berjualan.
“Semoga tidak ditutup kembali makamnya soalnya kemarin sempat di buka tutup gitu, pengunjung di batasi, kita sebagian besar pedagang di sini itu mengandalkan pendapatan dari sini saja, kalau ditutup gitu pemasukan juga berkurang,” pungkasnya. (cr10/mg2)










