Bermain Game Pump It Up untuk Meningkatkan Kelincahan

Oleh: Ikhsan Adi Uripto, S.Pd.Jas
Guru Penjasorkes SMP Negeri 7 Pemalang, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

KEBUGARAN jasmani adalah kemampuan tubuh yang dapat menyesuaikan fungsi organ tubuh terhadap tugas jasmani tertentu. Menurut Welis (2013; 20), komponen kesegaran jasmani dalam Penjasorkes meliputi daya tahan kardiorespirasi, daya tahan otot, kekuatan otot dan komposisi tubuh.

Selamat Idulfitri 2024

Sedangkan komponen kesegaran jasmani yang berkaitan dengan ketrampilan meliputi kecepatan, kelincahan, keseimbangan, kecepatan reaksi, kelenturan dan koordinasi. Menurut Wahjoedi (2001:61), kelincahan (agility) adalah kemampuan tubuh yang bertujuan untuk mengubah arah dengan cepat tanpa adanya ganguan keseimbangan.

Kelincahan mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda stimulasi, melatih sistem perrnapasan, memudahkan penguasaan teknik-teknik tinggi, menjadikan gerakan lebih efisien, efektif, dan ekonomis. Ciri-ciri latihan kelincahan adalah bentuk-bentuk latihan harus ada gerakan mengubah posisi dan arah badan.

Bermain dalam kamus besar bahasa Indonesia (2003:697) merupakan aktivitas berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati (dengan alat tertentu atau tidak). Bermain disebabkan karena adanya sisa kekuatan di dalam dirinya yang sedang berkembang dan tumbuh.

Produksi kekuatan dalam diri anak itu melebihi apa yang dibutuhkan lahir dan batin, serta merupakan kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang demi kesenangan. Kegiatan bermain dapat meningkatkan kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kelincahan, salah satunya adalah Permainan Pump It Up (PIU).

Kebutuhan untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh dapat terpenuhi dalam Permainan Pump It Up (PIU), salah satunya adalah agility pada tungkai. Pemain harus menggunakan gerakan yang memfokuskan aktivitas pada anggota gerak bawah meskipun pada anggota gerak atas juga digerakkan.

Terjadinya peningkatan kekuatan otot-otot tungkai akan menyebabkan terjadinya peningkatan stabilitas pada tungkai. Permainan Pump It Up (PIU) adalah sebuah nama mesin arcade yang bersumber dari dance video games yang dikembangkan oleh Andamiro (Korea).

Mesin ini termasuk dalam kategori dance simulation machine yang biasa terdapat di sebuah game center seperti Timezone, Fun World, Mr. token, dan lain-lain. Permainan ini sejenis dengan pendahulunya yaitu Dance Dance Revoluti (DDR) yang berasal dari Jepang.

Manfaat Permainan Pump It Up (PIU) adalah melatih kepekaan, konsentrasi, keseimbangan antara otak kiri dan kanan serta olah tubuh dan kelincahan anggota gerak tubuh khususnya anggota gerak bawah.

Permainan ini memiliki dua kategori, yaitu pertama kategori speed yang dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk olahraga lari atau jalan cepat yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Terutama jantung karena merupakan salah satu metode yang tepat untuk melatih stamina dan kekuatan jantung, serta mampu membakar kalori yang terdapat di dalam tubuh sesuai dengan level lagu yang dipilih.

Kedua, kategori freestyle yang memiliki keunggulan yaitu mampu mengeluarkan gaya koreografi atau aksi. Kelincahan merupakan salah satu komponen kesegaran motorik yang diperlukan untuk semua aktifitas yang membutuhkan kecepatan perubahan posisi tubuh dan bagian-bagiannya termasuk dalam Permainan Pump It Up (PIU).

Kelincahan memainkan peranan khusus terhadap mobilitas fisik, bukan merupakan komponen fisik tunggal akan tetapi tersusun dari komponen koordinasi, kekuatan, kelentukkan, waktu reaksi dan power. Dengan meningkatnya koordinasi intermuscular, kecepatan reaksi, kekuatan, fleksibilitas, stabilitas dan keseimbangan akan membuat Permainan Pump It Up (PIU) dapat memerankan kelincahan yang terorganisir dengan baik.

Dalam pembelajaran penjasorkes di SMP Negeri 7 Pemalang, Permainan Pump It Up (PIU) sedikit dimodivikasi tanpa mesin Pump It Up. Akan tapi menggunakan musik manual yang dikombinasikan dengan tanda-tanda gerak yang dipasang di lantai sebagai sarana gerakan.

Hasilnya pun siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran. Peningkatan kemampuan kelincahan siswa lebih terlihat sehingga dalam menyelesaiakan instrumen penilaian banyak yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). (*)