Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Pati Siapkan Delapan Lumbung Baru

HASIL: Alat potong combine sedang memanen padi milik petani di Pati. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sebagai upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Pati saat ini tengah mempersiapkan delapan lumbung padi baru (3/8).

Kepala Bidang Distribusi dan Ketahanan Pangan Distapang Pati, Hartoyo mengatakan, sudah ada 50 lumbung padi di Pati. Salah satu yang terbesar berada di Desa Tawangharjo Kecamatan Wedarijaksa. Tak hanya itu, pihaknya kini juga tengah membangun delapan lumbung padi baru.

Adapun lokasi lumbung baru terletak di delapan wilayah. Dari mulai Desa Sumberagung Kecamatan Tambakromo, Tanjunganom-Gabus, Slungkep-Kayen, PagendisanWinong, Sokopuluhan-Kecamatan Pucakwangi, Sumberagung-Jaken, Sejomulyo-Juwana, dan Karangwage-Trangkil. Dimana, pembangunan tersebut menggunakan alokasi anggaran dari pemerintah sebesar 8 miliyar.

“Lumbung-lumbung itu diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan di masing-masing desa. Untuk progres pembangunannya sudah 40 hingga 50 persen,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap setiap desa dapat memiliki lumbung padi. Berdasarkan keterangannya, potensi cadangan di Pati nomor 6 selaka nasional. Jadi, sudah ada pengakuan dari Kemetrian Pertanian pada tahun 2019 lalu.

“Yang menjadi indikator (Lumbung padi) karena potensi produk pertanian di Pati. Mulai dihitung dari luasan lahan, hasil tanaman padi, jadi itu yang di pakai acuan,” tuturnya.

Dengan adanya lumbung, lanjut Hartoyo, produksi padi di Kabupaten Pati tidak keluar daerah. Pasalnya, para petani baru memasukkan padi ke lumbung saat masa tanam (MT) kedua.

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Stastik (BPS) Kabupaten Pati pada tahun 2021, produksi padi di Kabupaten Pati berbentuk gabah kering sebanyak 549 ton dan setara beras 315 ton. Di tahun yang sama, luas tanam padi di Pati sejumlah 104.017 hektare. Sedangkan luas panen di angka 101.315 hektare. (lut/mg2)