UMKM  

Bertahan Jual Jambu Khas Demak

TUNGGU PEMBELI: Aminasih, salah satu pedagang jambu khas Demak di kawasan wisata religi Makam Sunan Kalijaga, belum lama ini. (MUHAMMAD FAJAR SYAFIQ AUFA/JOGLO JATENG)

Meski hanya jualan jambu, Aminasih bertahan puluhan tahun jualan di kawasan wisata religi Makam Sunan Kalijaga.

JAMBU air delima merupakan salah satu buah khas dari Kabupaten Demak. Tidak heran jika berkunjung di destinasi wisata di Demak banyak dijumpai penjual buah tersebut. Salah satunya di kawasan wisata religi Makam Sunan Kalijaga.

Selain jambu air delima, di Demak juga terdapat beberapa jenis jambu air lain, seperti jambu air citra dan jambu air madu. Rasanya berbeda-beda, ada yang sangat manis, manis masam dan manis segar.

Akan tetapi, dalam menikmati buah jambu air delima khas Demak tidak bisa dilakukan sewaktu waktu. Sebab, ada musim panennya sendiri seperti buah yang lain.

Salah satu pedagang buah jambu di kawasan wisata religi Makam Sunan Kalijaga, Aminasih (39) menejelaskan, dirinya menjual buah jambu air delima sudah bpuluhan tahun. Ia mendapatkan buah jambu air delima dari wilayah Demak sendiri.

“Saya jualan jambu air delima kalau sepuluh tahun ada, jambu ini saya dapat dari pengepul daerah demak sini aja,” ucapnya saat ditemui, belum lama ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan, harga jambu air delima khas Demak tidak bisa ditetapkan secara tepat. Karena harganya sering berubah tergantung musim panennya

“Harganya naik turun tergantung musim panennya. Kalau lagi ramai yang panen, harganya bisa mencapai 4 ribu perkilo, tapi kalau panennya tidak barengan mahal harganya, sekarang saya jual 30 ribu perkilo,” ungkapnya.

Aminasih menambahkan, karena buah jambu musiman, jadi kalau di wilayah Demak tidak ada yang panen, dirinya sampai mencari di daerah lain. Hal itu agar dia tetap bisa berjualan untuk mencukupi kebutuhan.

“Kalau tidak ada yang panen di Demak biasaya saya cari di Jepara dan Kudus,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang lainnya Koswati (55) menjelaskan, dirinya menjual jambu dengan harga yang bervariasi tergantung sortiran. Ia pun mengungkapkan bahwa tidak setiap hari daganganya terjual laris.

“Yang sortiran per kilo 20 ribu, yang superan per kilo 25 ribu dan yang bungkusan ini dua 15 ribu, jualan di sini ramenya hari Sabtu sampai Minggu kalau hari biasa sepi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menceritakan, jika sepi pembeli buah jambu air delima yang dijual banyak yang busuk terpaksa harus di buang, hal itu membuat rugi. “Kalo sepi jambunya tidak laku, buang terus banyak yang busuk dan rugi sudah biasa,” keluhnya. (cr10/gih)