Pentas Wayang Kulit, Kenalkan Seni pada Anak

WAYANG KULIT: Dalang cilik Ki Radite Hanung Putra Eris Sandi pada lakon Wahyu Makuthoromo di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, akhir pekan lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

BOYOLALI, Joglo Jateng – Anak-anak sejak dini perlu dikenalkan seni dan budaya sekitar. Salah satunya dengan mengikuti pertunjukan pentas seni wayang kulit.

Sementara itu, menjelang perayaan HUT RI ke-77, pentas wayang kulit digelar di lapangan Simpang Pakubuwono VI Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Sabtu lalu. Pagelaran oleh dalang cilik Ki Radite Hanung Putra Eris Sandi itu mengambil lakon Wahyu Makuthoromo.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Bianto menyampaikan, pada pentas seni wayang kulit ini oleh dalang cilik di siang hari. Lanjut di malam hari oleh Ki Agung asal Pengging dengan mengambil lakon Dewa Amral.

“Ya, untuk di Gladagsari dan Selo ini pentas seni wayang kulit diawali dengan dalang cilik. Pentas seni wayang kulit ada 6 putaran ,” katanya saat ditemui di Selo, belum lama ini.

Ia mengatakan, tujuan diadakan pementasan oleh dalang cilik tersebut untuk mengenalkan wayang terhadap anak-anak tingkat SD maupun SMP. Agar mereka mengenal seni dan budaya terutama wayang kulit.

“Kita mengenalkan seni dan budaya terhadap anak-anak melalui pentas seni wayang kulit. Mereka harus tahu seni dan budaya yang berada di Boyolali ini,’’ tuturnya.

Dengan adanya pementasan wayang kulit tersebut, ia berharap, semua masyarakat sekitar dapat mengenal seni dan budaya yang berada di Boyolali. Budaya tersebut tidak hanya wayang kulit, namun juga termasuk dalam cerita legenda, cerita daerah, tarian tradisional serta budaya yang berupa dakwa keagamaan.

“Jadi budaya itu sangat banyak. Masyarakat juga mesti tahu cerita legenda, cerita daerah Boyolali dan lainnya. Jadi tidak hanya pentas seni wayang kulit saja,” ungkapnya.

Di samping itu, menurutnya, dalam pentas seni wayang kulit tersebut ada 6 dalang. Yakni di Cepogo diawali dari dalang remaja, di Selo dalang cilik. Kemudian tempat lain di Gladaksari oleh Ki Dalang Murtejo, Musuk dengan Ki Dalang Subarno, Tamansari oleh Ki Dalang Arif Sarjono. Selanjutnya di Ampel dengan Ki Dalang Jungkung Darmoyo dan Cepogo oleh dalang remaja kemudian untuk Selo dalang cilik.

“Pentas wayang kulit ini dimulai sejak  tanggal 6 Agustus sampai 13 September 2022. Semua pentas diambil pada hari Sabtu malam Minggu. Tujuan anak anak libur sekolah bisa menonton wayang kulit,” pungkasnya.(hms/ziz)