152 Orang di Kabupaten Pati Reaktif HIV

Kepala DKK, Aviani Tritanti Venusia pada Kamis, 11/08/22. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Pati pertengahan tahun 2022 mencapai 152 orang. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati terus menggencarkan tracing terhadap HIV sebagai tindakan preventif (11/8).

Kepala DKK Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, penanganan HIV AIDS masih terus berjalan. Maka dari itu, pihaknya hingga saat ini terus melakukan tracing terkait dengan HIV.

“Kita tetap memberikan pembinaan, pengawasan, pendampingan kepada mereka yang ODHIV (orang dengan HIV). Kalau dulu kan ODHA (orang dengan HIV AIDS), tapi sekarang tidak. Kita bukan cari orang yang sudah AIDS, tapi sebelum dia menjadi AIDS,” terangnya, belum lama ini.

Pengelola Program HIV dan IMS DKK Pati, Agus Irawan mengungkapkan, bulan Januari hingga Juli 2022 total kasus reaktif HIV di Kabupaten Pati mencapai 152 orang. “Laki-lakinya 84 orang dan perempuan 68 orang. Yang kena HIV 96 orang, yang sudah AIDS 56 orang. Yang meninggal laki-lakinya 30 orang, perempuannya 12 orang. Jadi didominasi laki-laki,” jelasnya.

Sedangkan pekerjaan mereka terbilang beragam. Mulai dari wiraswasta ada 59 orang, kemudian 28 ibu rumah tangga orang, TKI 1 orang, buruh 6 orang, wanita penjaja sex 22 orang, PNS 2 orang, sopir/ojek 1 orang, karyawan swasta 8 orang, petani 18 orang, pelajar/mahasiswa 4 orang, pedagang 2 orang dan anak-anak 1 orang.

Dalam kurun waktu satu bulan, terapat sekitar 20 sampai 21 orang temuan HIV. Sementara yang meninggal sekitar 5-7 orang per bulan. Lebih lanjut, wilayah yang banyak terkena HIV yakni di Kecamatan Pati dan di susul Kecamatan Batangan.

“Kalau di jumlah paling banyak ya Pati. Kemudian Batangan 9 kasus, dan disusul Margorejo 6 kasus. Kalau tahun kemarin Juwana yang tertinggi. Kalau dilihat dari wilayahnya, itu yang paling banyak terkena HIV di wilayah Kecamatan Batangan. Karena di sana penduduknya banyak, terus rata-rata nelayan pulang dari melaut kan banyak uang terus biasanya pada jajan,” pungkasnya. (lut/abd)