Pemkot Yogyakarta Permudah Akses Masyarakat Lewat Aplikasi Jogja Solid

INOVASI: Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki sedang menunjukkan aplikasi Jogja Solid, belum lama ini. (AFIFUDIN/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) kadang mengalami kendala dalam mengakses pelayanan publik. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan kemudahan lewat Sistem Informasi Konsolidasi Data (Jogja Solid).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki menyampaikan, kendala KTP tidak terdaftar saat mengakses pelayanan publik disebabkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum terkonsolidasi dengan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat di Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu harus dilakukan konsolidasi data kependudukan agar aktif.

Baca juga:  UMY Ingin Mahasiswa Jeli dalam Berpikir

“Jogja Solid adalah inovasi pelayanan aktivasi data kependudukan. Misalnya warga di bank ternyata NIK tidak bisa diakses, maka harus mengurus konsolidasi data ke Disdukcapil,” ungkapnya baru-baru ini.

Lebih jauh, lanjutnya, pelayanan tersebut bisa diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS), pesan whatsapp (WA) dan pelayanan langsung di dinas. Dengan persyaratan cukup dengan KTP elektronik dan Kartu Keluarga.

Menurutnya, dalam konsolidasi data kependudukan harus mengakses data SIAK terpusat di Kemendagri. Oleh sebab itu dalam proses konsolidasi data memerlukan waktu setidaknya 1×24 jam.

Baca juga:  Dinkes Kota Yogyakarta Berikan Pelayanan IVA dan Sadanis Gratis

“Karena data terpusat, jadi saat diakses untuk banyak pelayanan memerlukan waktu. Namun saat tak banyak yang mengakses, konsolidasi data bisa selesai tidak sampai 12 jam,” lanjutnya.

Ia menyebut, pengurusan konsolidasi data kependudukan banyak dilakukan masyarakat saat masa-masa penerimaan peserta didik baru dan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil. Yang mana pada masa itu Disdukcapil bisa melayani ratusan warga untuk konsolidasi data. Namun di luar masa itu hanya ada beberapa warga yang mengurus konsolidasi data.

“Apabila data sudah diaktivasi dan di-update, masih tidak bisa digunakan kemungkinan chip pada KTP elektronik rusak. Kalau rusak, data tidak bisa dibaca. Maka harus rekam data ulang,” pungkasnya.(fif/ziz)