PATI, Joglo Jateng – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) K-Sarbumusi Kabupaten Pati menggelar Halaqoh Perburuhan dengan tema Menyongsong Perburuhan dari Agraris ke Era Industri di Kabupaten Pati. Acara tersebut berlangsung di Aula MA Salafiyah, Kajen Kecamatan Margoyoso, Minggu (14/8).
Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah memberikan apresiasi kepada Sarbumsui Pati yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Menurutnya, Sarbumusi menjadi harapan bila dilihat kepesertaan anggota dari buruh di lingkup Nahdlatul Ulama (NU).
“Saya kira, industrialisasi ini harus menyiapkan organisasi buruh. Jadi, industri dibangun pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Sehingga untuk mewujudkan investasi yang berkualitas, perlu merekrut tenaga kerja yang berkualitas,” terang Ida melalui Zoom, Minggu (14/8).
Dengan begitu, organisasi buruh dari kalangan warga NU sangat dibutuhkan untuk kemajuan industri. “Buruh di Indonesia bisa dikatakan mayoritas NU. Maka saya berharap sekali, organisasi Sarbumusi bisa kuat supaya bisa berdigdaya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Sarbumusi Pati, Husaini mengatakan bahwa pihaknya baru bangkit 10 bulan. Setelah sebelumnya tenggelam saat masa orde baru. “Ini bukan Sarbumusi baru, tapi Sarbumusi reborn. Selama 10 bulan ini kami mulai membangun basis melalui kelompok-kelompok informal,” ucapnya.
Lebih lanjut, ada empat basis buruh Sarbumusi Pati yang baru di daftarkan ke Disnaker. Di antaranya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelompok tani, buruh TPQ, dan Paguyuban Sopir Pati (PSP). Kemudian ada lima basis yang akan di daftarkan. Dari mulai basis nelayan tradisional dari Juwana dan Dukuhseti, basis media, kemudian pengurus Lazinu, dan Pergunu.
“Pasca pertemuan ini, kami akan tidak lanjuti dengan mendaftarkan dan memperbaiki yang belum selesai. Lalu kami segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengatur skenario kerja sama yang paling cocok dengan kondisi buruh yang informal,” tandasnya. (lut/abd)










