Sampah Plastik Cemari Sungai Juwana, Jampisawan Imbau Pemerintah Turun Tangan

FOKUS: Jampisawan saat melakukan monitoring Sungai Juwana pada Jumat, 19/08/22. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) menemukan beragam jenis sampah plastik saat melakukan monitoring Sungai Juwana, Jumat (19/8). Oleh karena itu, organisasi yang fokus terhadap isu lingkungan tersebut memberikan sejumlah imbauan ke pemerintah.

Juru Bicara Jampisawan, Ari Subekti mengungkapkan, sampah yang ada di Sungai Juwana didominasi sampah plastik. Dari pembungkus produk, botol plastik, wadah Styrofoam, hingga bungkus makanan instan. Tak hanya itu, sampah plastik juga banyak yang menumpuk dan tersangkut di hutan mangrove kawasan hilir.

“Hutan mangrove di Sungai Juwana merupakan tempat tinggal ikan dan burung. Ada peluang ikan dan burung di lokasi itu terpapar microplastic yang berbahaya bagi manusia dan binatang,” tegasnya, Jumat (19/8).

Berdasarkan hasil temuan itu, pihaknya memberikan beberapa imbauan kepada pemerintah. Salah satunya pemerintah perlu membersihkan sungai secara rutin yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kemudian, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman terkait persoalan sampah.

“Pemerintah perlu mengampanyekan ke masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Selain itu, masyarakat juga harus bergerak secara aktif dalam pengelolaan sampah plastik di lingkungan rumah tangga ataupun desa, serta terlibat aktif dalam gerakan bersih sungai,” jelas Ari.

Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) pada Jumat, 19/08/22. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

Untuk memelihara dan merawat kebersihan Sungai Juwana, Jampisawan mengimbau pemerintah untuk menegakkan aturan terkait penanganan sampah. Dengan begitu, persoalan sampah di aliran sungai tersebut dapat segera teratasi.

“Pemerintah perlu bergerak melakukan penegakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku. Yakni terhadap pihak-pihak yang membuang sampah ke sungai,” imbuhnya.

Selain itu, Ari juga meminta lembaga pendidikan untuk ikut berperan serta dalam mengantisipasi perbuatan yang dapat mencemari sungai. “Semua lembaga pendidikan bisa turut serta dalam kampanye dan gerakan bersih Sungai Juwana. Sehingga dapat mewujudkan sungai yang bersih terutama dari sampah plastik,” paparnya.

Diketahui, Jampisawan tengah fokus melakukan monitoring terkait keberadaan sampah plastik yang berpotensi mencemari air dan tanah di kawasan Sungai Juwana. Monitoring Sungai Juwana juga didukung oleh Yayasan YAPHI Solo, sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus pada isu hukum dan lingkungan hidup.

(lut/abd)