BANTUL, Joglo Jogja – Saat ini, jumlah kunjungan wisatawan di Pantai Samas semakin menurun. Oleh karenanya, diperlukan upaya untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan diadakannya Festival Layangan Samas (FLS), yang diselenggarakan di Pantai Samas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Dengan bekerjasama bersama Masyarakat Pemerhati Sungai dan Muara Nusantara.
Lurah Srigading, Prabowo Sugondo mengatakan, pada tahun 1970an Pantai Samas merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Namun, lambat laun tempat tersebut sepi pengunjung.
“Tahun 1979an, Pantai yang paling ramai adalah Samas. Saat itu jembatan Kretek 1 belum dibangun. Setelah dibangun, destinasi wisata Samas semakin meredup,” ujarnya belum lama ini.
Ia berharap, penyelenggaraan festival layangan tersebut dapat diadakan setiap tahunnya. Sehingga dengan adanya festival tersebut, dapat memicu bangkitnya wisata Pantai Samas dengan naiknya minat kunjungan wisatawan.
“Kegiatan ini mengambil tema menyongsong era kemaritiman, kebangkitan wisata, dan kemandirian budaya. Kegiatan ini juga diawali dengan kegiatan lain seperti mural yang diadakan beberapa waktu lalu, dan lomba mewarnai anak-anak,” bebernya.
Sementara salah satu pengunjung, Fitriyan Reni (35) mengaku mengetahui informasi tersebut dari teman dan media sosial. Ia bersama suami dan kedua anaknya tertarik dan mengunjungi FLS ini.
“Kebetulan anak-anak suka layangan. Tadi dapat layangan sama benang pas dibagi ada penerbangan 1.000 layangan sama panitia,” ucapnya.
Ia merasa senang, sebab event yang telah lama tidak diadakan tersebut akhirnya dapat berjalan kembali. Yakni setelah dua tahun sepi akibat pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, kedepannya festival layang-layang ini bisa menjadi event bulanan bahkan mingguan. Terlebih dengan adanya JJLS yang semakin ramai, wisatawan dapat ditarik untuk mengunjungi objek wisata Samas dengan event mingguan ini.
“Sumber kegiatan tidak harus dari APBD. Ini kan kelompok masyarakat yang menyelenggarakan, bayak sekali ada komunitas-komunitas yang meramaikan dan menumbuhkan sektor pariwisata,” jelasnya. (ers/bid)










