SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang melakukan studi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (DPJMP). Dari hasil pengamatannya, saat ini terdapat 6.111 rumah tak layak huni (RTLH) di Kota Semarang.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, Disperkim saat ini telah menargetkan 14.254 unit RTLH. Dimana jumlah target tersebut merupakan data unit RTLH yang mendapat perbaikan dari tahun 2015 hingga 2022. Namun sampai saat ini, RTLH yang sudah dibangun dan direnovasi baru mencapai 8.134 unit.
“Di Kota Semarang sampai saat ini, kita masih menyisakan 6.111 RTLH dari total keseluruhan berdasarkan hasil studi tahun 2015 hingga 2022,” katanya, Selasa (30/8).
Ali mengatakan, wabah Covid-19 yang melanda selama dua tahun membuat target tersebut tidak dapat terealisasi. Selain itu, anggaran untuk dana bantuan RTLH juga sudah dialokasikan untuk penanganan pendemi. Dana bantuan tersebut didapatkan dari APBD, bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi serta Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang.
“Pada pembuatan RPJMD targetnya terlalu sedikit. Jadi tahun 2015 studi lagi sehingga menjadi 14.254 unit. Sampai di tahun 2022 masih menyisakan 6.111, sehingga ini menurut RPJMD sudah melampaui target. Setiap tahunnya lebih dari 1.000 unit yang ditargetkan,” lanjut Ali.
Lebih lanjut, pihaknya akan segera mengupayakan program perbaikan RTLH secara bertahap. Rencananya, kolaborasi akan dilakukan Pemerintah Kota Semarang dengan berbagai pihak untuk mencapai target. Pihak yang digandeng di antaranya, Kwarcab Semarang, Baznas Semarang, dan Dandim 0733 Semarang.
Sementara itu, dana bantuan RTLH bagi warga kurang mampu di Kota Semarang sendiri akan naik menjadi Rp 25 juta per unit di tahun 2023 mendatang. Di mana di tahun ini, hanya Rp 20 juta juta per unitnya.
“Kenaikan dana bantuan perbaikan RTLH ini diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan Kota Semarang. Khususnya dalam hal penanggulangan masalah kemiskinan. Jadi kalau dengan bergerak bersama, pembangunan akan lebih cepat. Dengan gotong royong Pemkot optimis berbagai tantangan bisa dilalui,” pungkas Ali. (luk/mg2)










