Mengembangkan Budaya Menulis melalui Kegiatan Pembelajaran Teks Laporan Percobaan

Oleh: Taniro, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Belik, Kabupaten Pemalang

MENULIS merupakan salah satu kemampuan berbahasa Indonesia yang harus dikuasai dan dimiliki peserta didik. Dengan menguasai kemampuan dan keterampilan menulis, peserta didik akan memperoleh manfaat dalam mencurahkan gagasan-gagasan cemerlang melalui tulisannya. Peserta didik yang memiliki kemahiran dalam kegiatan menulis karya fiksi ataupun karya nonfiksi tentunya akan mampu mengembangkan dan memperluas cakrawala ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diharapkan menjadi generasi yang kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu untuk berpikir kritis memecahkan permasalahan yang dihadapinya.

Selamat Idulfitri 2024

Maka, dalam upaya meningkatkan budaya menulis secara cerdas dan kreatif, peserta didik harus mampu melatih diri secara terus-menerus menyusun karya tulis dengan sungguh-sungguh. Sementara saat ini, masih banyak peserta didik yang menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang kurang bermakna, seperti bermain game online yang berlebihan. Dalam hal ini, peran guru dalam pembimbingan dan arahan untuk memotivasi kegiatan menulis sangat diharapkan peranannya.

Budaya menulis karya-karya tulis nonfiksi di kalangan peserta didik tingkat SMP, khususnya kelas IX perlu dipacu dengan melalui kegiatan pembelajaran teks laporan percobaan secara intensif dan terpadu. Sehingga peserta didik yang kurang tertarik dan belum menguasai pembelajaran menulis karya-karya tulis nonfiksi akan termotivasi dengan maksimal. Usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam kegiatan menulis ilmiah tentunya harus diikuti dan diarahkan melalui bimbingan guru secara terprogram dengan tepat.

Menurut E. Mulyasa (2005: 40), guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk pembimbingan terhadap peserta didik. Pertama, guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Kedua, guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan pembelajaran itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. Dengan kata lain, peserta didik harus dibimbing untuk mendapatkan pengalaman, dan membentuk kompetensi yang akan mengantar mereka mencapai tujuan. Ketiga, guru harus memaknai kegiatan belajar. Hal ini mungkin merupakan tugas yang paling sukar tetapi penting, karena guru harus memberikan kehidupan dan arti terhadap kegiatan belajar. Keempat, guru harus melaksanakan penilaian.

Dengan demikian, bimbingan guru dalam usaha membudayakan kegiatan menulis kehadirannya sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Budaya menulis pada dasarnya adalah budaya yang memang sudah ada sejak zaman prasejarah. Sebagai pelajar di negeri Indonesia, kita harus bisa meningkatkan dan mengembangkan budaya menulis tersebut agar terbentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, inovatif dan bernalar kritis. Oleh karena itu, karya tulisan yang dibuat oleh peserta didik diharapkan mampu menjadikan sebuah inspirasi, motivasi, dan harapan bagi semua kalangan masyarakat, khususnya generasi muda di negeri tercinta Indonesia ini.

Usaha untuk mengembangkan dan membudayakan kebiasaan menulis ilmiah secara sederhana di kalangan peserta didik tingkat SMP kelas IX, di antaranya melalui kegiatan pembelajaran teks laporan percobaan. Teks laporan percobaan tersebut merupakan teks yang diharapkan mampu mendorong dan mengarahkan peserta didik untuk mampu melakukan kegiatan percobaan dan melaporkannya dalam bentuk tulisan ilmiah sederhana.

Menurut Totok Djuroto dan Bambang Supriyadi (2017), pengertian karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang berlandaskan pada hasil penelitian yang disusun secara sistematis mengikuti metode ilmiah yang bertujuan untuk mendapatkan jawaban ilmiah dari suatu permasalahan. Di dalam teks laporan percobaan itu berisi tentang tujuan melakukan percobaan, menuliskan juga alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan, langkah-langkah percobaan yang dilakukan, dan hasil percobaan yang dilakukan, serta menuliskan simpulan hasil percobaan. Dengan demikian, mewujudkan pembelajaran teks laporan percobaan di sekolah diharapkan bisa membimbing peserta didik tingkat SMP untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang diharapkan bermutu . Penulis adalah guru bahasa Indonesia SMPN 3 Belik, Pemalang. (*)