Persidangan RH Berlanjut, Hadirkan 3 Penyidik

  • Bagikan
SUASANA: Pengadilan Negeri Pati menggelar persidangan verbalisan terdakwa RH, Senin (19/9). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pengadilan Negeri (PN) Pati melanjutkan persidangan terdakwa RH, Senin (19/9). Dalam persidangan tersebut dihadirkan tiga saksi penyidik dari Polres Pati.

Hakim Ketua Nuny Defiarny mengatakan, persidangan kali ini menghadirkan sejumlah saksi verbalisan. Sehingga, dalam kesempatan tersebut, kuasa hukum terdakwa dapat membantah keterangan saksi.

“Kita memanggil penyindik untuk mastikan mereka tidak melakukan kekerasan. Ada tiga saksi yang dipanggil, semuanya dari penyidik,” terangnya.

Dia menjelaskan, dalam persidangan verbalisan, tidak ada keterangan asli pengambilan video dari saksi. Sehingga, pada Kamis (22/9) mendatang, akan dilanjutkan dengan menyerahan bukti asli dari penyidik.

“Besok (22/9) akan dibuktikan darimana (video). Katanya tadi dari buser-nya penyidik, jadi besok mereka menunjukkan foto dan konfirmasi sama dengan gambar,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum RH, Esera Gulo menyebut bahwa keterangan para saksi yang dihadirkan berbeda-beda. Termasuk yang paling ia soroti terkait waktu pelaksanaan pemeriksaan dan kejanggalan lainnya.

“Saksi ada yang mengatakan pemeriksaan terdakwa tanggal 23 April 2022 pukul 16.30. Namun ada yang mengatakan pemeriksaan terdakwa tanggal 23 April 2022 malam. Ada yang mengatakan waktu itu tidak ada pengacara, ada mengatakan ada pengacara,” terangnya.

Baca juga:  Dewan Soroti Keberadaan Swalayan Modern

Sementara dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), lanjut Sera, jelas tertanggal 24 April 2022. Terlebih, saat pemeriksaan berlangsung tidak ada penasehat hukum. Sehingga, menurutnya, BAP tersebut salah dan tidak mempunyai kekuatan hukum.

“Surat pernyataan tidak mengunakan penasehat hukum tertanggal 23 April 2022 pukul 17.00. Terlebih, pemeriksaannya tidak ada pengacara. Padahal, BAP pemeriksaan tanpa didampingi penasehat hukum, kalau di atas 5 tahun secara hukum tidak sah,” tegasnya.

Lebih lanjutnya, saksi mengatakan bahwa pemeriksa sudah ada, namun pihak Polres belum bisa menunjukkan bukti saat pemeriksaan. Sehingga, akan ditunjukkan saat sidang lanjutan pada Kamis (22/9).

“Kami minta bukti karena di kepolisian ada saksi ataupun pelapor dan terlapor jadi harus ada dokumen. Mereka bilang ada tapi tidak bisa menunjukkan, sehingga timbul pertanyaan,” ucapnya. (lut/gih)

  • Bagikan