Belajar Menyenangkan Bersama D’Tomse Tubokas

Oleh: Ngatini, S.Pd.
Guru IPA SMPN 3 Demak, Kabupaten Demak

BELAJAR merupakan suatu proses kompleks yang terjadi pada diri setiap individu sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungan. Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Lingkungan biotik meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan lingkungan abiotik, yang meliputi udara, air, tanah, dan batuan.

Selamat Idulfitri 2024

Setiap benda dan makhluk hidup tersusun oleh molekul-molekul. Molekul tersusun atas partikel-partikel yang disebut atom. Atom atau partikel sub atom, yaitu neutron (n), proton (p), dan elektron (e). Neutron dan proton membentuk inti atom, sedangkan elektron menempati kulit-kulit atom di sekitar inti atom, bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan tinggi. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki jumlah partikel sub atom yang berbeda. Setiap unsur dituliskan dengan lambang unsur. Pada penulisan lambang unsur, nomor atom ditulis sebagai unsur subscript (turun) di kiri lambang unsur, sedangkan nomor massa ditulis sebagai superscript (naik) di kiri atas lambang unsur (Zubaidah, 2018).

Alam beserta isinya dapat dijadikan media pembelajaran IPA yang sangat tepat, namun tidak semua konsep atau materi pelajaran dapat dijelaskan ataupun dilihat secara nyata. Konsep atau materi tertentu ada yang tidak dapat dijelaskan secara langsung, karena dalam prosesnya atau sifatnya yang abstrak. Misalnya materi pelajaran kelas IX tentang Partikel Penyusun Benda dan Makhluk Hidup.

Dalam kenyataannya, tidak semua media pembelajaran tersedia di alam, ataupun sudah tersedia di pasaran. Kalaupun ada, mungkin sudah tidak cocok dengan kondisi sekarang ini. Kesalahan dalam memilih media pembelajaran dapat berakibat buruk bagi peserta didik, apalagi materi pelajaran berupa konsep-konsep yang memerlukan pemahaman yang cukup rumit. Akibatnya siswa menjadi tidak paham dan malas untuk mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas.

Kondisi seperti di atas juga penulis alami, ketika mengajar di kelas IX, materi Partikel Penyusun Benda dan Makhluk Hidup. Peserta tampak sangat kesulitan, apalagi dalam mencerna teori-teori tentang atom. Akibatnya pembelajaran menjadi membosankan dan tidak menarik. Dampak dari semua ini sudah pasti, hasil belajar siswa tidak sesuai yang diharapkan.

Menyadari kenyataan ini, sebagai guru akan berusaha mencari solusi agar siswa tertarik mempelajari materi yang diajarkan. Karena itulah guru harus bisa menentukan media pembelajaran yang tepat untuk diterapkan. Media pembelajaran yang dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, menyenangkan, serta membangkitkan rangsangan belajar terhadap siswa.

Media pembelajaran merupakan suatu alat atau perantara yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dan peserta didik. Hal ini sangat membantu guru dalam mengajar dan memudahkan peserta didik menerima dan memahami pelajaran dan meningkatkan motivasi belajar.

Media pembelajaran D’Tomse Tubokas adalah media pembelajaran menggunakan model atom dalam bentuk permainan. D’Tomse Tubokas adalah akronim dari Model Atom Sederhana dari Tutup Botol Bekas yang merupakan media pembelajaran berupa kardus yang dilapisi kertas asturo, dibingkai dengan menggunakan lakban yang berwarna hitam agar terlihat rapi. Di atas kertas asturo dibuat lingkaran dengan menggunakan jangka, yang merupakan lintasan dari elektron yang mengelilingi inti atom. Untuk model elektron, proton dan neutron, menggunakan tutup botol bekas dengan berbagai warna.

Pembelajaran bersama D’Tomse Tubokas dilakukan dengan cara berkelompok. Media ini digunakan pada pembelajaran dengan model games atau permainan, untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Adapun alasan menggunakan D’Tomse Tubokas untuk mengingat bahwa di masa remaja, sedang aktif dan butuh banyak bergerak, tidak hanya duduk di tempat, dan juga masih senang bermain. Suasana pembelajaran harus dibuat semenarik mungkin, sehingga siswa lebih mudah mengingat pokok bahasan partikel penyusun benda. Maka terciptalah suasana belajar yang menyenangkan bersama D’Tomse Tubokas. (*)