Kudus  

MAN 1 Kudus Raih Prestasi di Ajang MYRES

PRESTASI: Potret tim riset MAN 1 Kudus bersama pembimbing pada malam penganugerahan MYRES di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng– Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus sukses meraih juara harapan dua dalam ajang bergengsi Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES). Ajang ini sendiri di selenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag).

Tim riset yang terdiri dari Zada Rizqiya Syabana Attaqa dan Fatikha Nafisal Mughni berhasil menyisihkan 9.220 proposal lainnya, dan maju sampai tahap grand finalis. Yang pada akhirnya meraih juara harapan dua. Kabar baik tersebut diumumkan pada malam penganugerahan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kepala MAN 1 Kudus Taufik mengucapkan rasa syukurnya atas capaian prestasi para pelajarnya dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian prestasi Nasional tersebut. Adanya prestasi tersebut, tak lepas dari program SIP (Science and Innovation Program). Ia berharap, prestasi tersebut menambah motivasi seluruh pelajar MAN 1 Kudus untuk terus berprestasi.

Sementara itu, Pembimbing tim riset MAN 1 Kudus Nurul Khotimah menjelaskan, ajang MYRES dibagi dalam empat tahapan, yakni seleksi proposal, 50 proposal terpilih, 26 karya finalis, dan terakhir 6 karya pada babak grand final. Ajang tersebut dilakukan secara daring, kecuali pada saat grand final.

“Grand finalnya dilakukan secara luring, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Mulai Senin (10/10) hingga Sabtu (15/10) lalu,” jelasnya.

Dalam ajang tersebut, tim riset MAN 1 Kudus melakukan penelitian dengan judul ‘Sintesis Komposit Serat Abaca terhadap Kekuatan Bahan Carbon Fiber Pesawat Terbang’. Penelitian tersebut mengoptilkan potensi sumber daya alam dengan memanfaatkan serat carbon abaca. Serat karbon yang dibuat memiliki sifat kaku, kuat, tetapi tetap ringan.

“Penelitian ini juga melibatkan epoxy dan memiliki sifat kuat dan flexible yang memeliliki daya Tarik sebesar 85 MPa. Semoga penelitian ini bisa dikembangkan secara luas dan mempunyai dampak bagi masyarakat kedepannya,” tuturnya. (cr1/fat)