Curah Hujan Meninggi, Bupati Jepara BPBD Siapkan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

SIAP: Suasana ketika Basarnas melakukan Apel di alun-alun 1 dengan Tema apel gabungan keluarga tangguh pilar bangsa menghadapi bencana pada Rabu, 26/10/22. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, curah hujan menengah hingga tinggi akan terjadi selama bulan November 2022 sampai Februari 2023 mendatang. Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk selalu waspada.

Menanggapi hal itu, Penjabat (PJ) Bupati Jepara, Edy Supriyanta menyampaikan terkait pencegahan dan penanggulangan dampak bencana akibat curah hujan yang meninggi.

“Meningkatnya curah hujan yang melanda wilayah Jateng termasuk Jepara, berpotensi menimbulkan kerawanan bencana di sejumlah daerah di Jepara,” papar Edy ketika ditemui Joglo Jateng, Rabu (26/10).

Kemudian, dikarenakan bencana tidak bisa diprediksi, pihaknya meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar menyiapkan diri atas segala resiko yang ada.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, pemetaan serta mitigasi di setiap wilayah di Jepara,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan, dalam menghadapi bencana, 96 persen yang peling penting ialah kewaspadaan diri sendiri.

Edy pun meminta kepada BPBD untuk mensosialisasikan bagaimana langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana.

“Perlu perkuat, mengingat fakta yang menyelamatkan ketika bencana lebih 96 persen merupakan diri sendiri, keluarga, tetangga serta masyarakat sekitar. Untuk itu, pemberdayaan dilakukan,” ujarnya.

Sebagai langkah menghadapi serta mengurangi resiko bencana, BPBD akan melaksanakan program desa tangguh bencana. Sebab saat ini, masyarakat tidak menjadi objek melainkan subjek yang berdaya.

“Masyarakat sudah menjadi aktor dalam penyelamatan diri ketika bencana, sehingga program ini penting untuk dilaksanakan,” pungkasnya. (cr2/mg2)