Kudus  

Apresiasi Baik dari Tim Evaluasi Ombudsman

PENILAIAN: Foto bersama Dinas Dukcapil bersama tim penilai Ombudsman Jawa Tengah, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Apresiasi baik diberikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kudus oleh tim evaluasi dari ombudsman Jawa Tengah. Evaluasi tersebut dilakukan pada Selasa (25/10) lalu. Sebanyak tiga orang tim evaluasi ombudsman yang hadir dalam evaluasi tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Sekretaris Dinas Dukcapil Kudus Tulus Tri Yatmika menjelaskan, sebanyak tiga orang dari perwakilan ombudsman Jawa Tengah melakukan evaluasi pelayanan publik di Dinas Dukcapil.

“Ada tiga orang dari perwakilan Ombudsman Jawa Tengah. Evaluasi dilakukan pada Selasa (25/10) lalu,” terangnya.

Ombudsman hadir untuk mengawasi pelaksanaan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh negara dan pemerintah, dalam hal ini oleh Dinas Dukcapil. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan pelayanan Dinas Dukcapil, misalnya dari kesesuaian SOP, fasilitas, sarana prasarana, dan pelayanan.

“Mereka kesini untuk menilai dan memantau pelaksanaan pelayanan kita. Apakah sesuai SOP, fasilitas dan sarana prasarananya seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, pihaknya menyatakan, tim evaluasi Ombudsman memberikan tanggapan atau apresiasi yang bagus terhadap Dinas Dukcapil, secara lisan. Namun, hasil pastinya belum diumumkan. Dan saat ini masih belum diketahui kapan rilisnya penilaian tersebut. Yang pasti penilaian tersebut nanntinya akan dirilis secara resmi oleh Ombudsman.

“Pelayanan yang dilakukan Dukcapil Kudus dianggap baik, dengan segala fasilitas yang ada, SOP, waktu penyelesaian, dan pelayanan publik gratis. Penilaian tersebut dilakukan satu tahun sekali,” paparnya.

Pihaknya menjelaskan pesan yang disampaikan Ombudsman kepada Dinas Dukcapil Kudus, bahwa pelayanan yang sudah baik harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ombudsman juga turut mengapresiasi atas kinerja Dukcapil Kudus.

“Mereka mengapresiasi adanya kerjasama dengan mitra register di desa, sepertinya baru ada di Kudus. Artinya, pelayanan semakin dekat dengan masyarakat,” ungkapnya. (cr1/fat)