PATI, Joglo Jateng – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum jelas kepastiannya. Bantuan yang diberikan kepada para sopir angkutan itu disebut masih menunggu proses pencairan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati Teguh Widyatmoko mengatakan, penyaluran BLT BBM saat ini masih menunggu proses pencairan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Sehingga dirinya belum bisa menyebutkan waktu pastinya.
“BLT BBM untuk sopir itu sudah diproses dari Dishub, tetapi realisasinya masih menunggu BPKAD. BLT ini untuk sopir angkutan dan ojek pangkalan,” terangnya, belum lama ini.
Dia menjelaskan, bantuan akan didistribusikan sebagai bantuan pemerintah daerah dampak dari kenaikan harga BBM subsidi. Salah satunya di bidang transportasi yang biaya operasionalnya melambung tinggi.
“Rencananya BLT BBM akan disalurkan sesuai dengan pendataan. Yaitu sekitar 650 sopir angkutan dan ojek pangkalan yang terdata sebagai warga Kabupaten Pati,” tuturnya.
Sementara masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan dengan nominal Rp 450 ribu. Dimana, bantuan diberikan Rp 150 ribu per bulannya.
“Selama tiga bulan, bantuan disalurkan langsung ke rekeningnya penerima sopir angkot dan ojek pangkalan itu dengan total anggaran sekitar Rp 300 juta,” imbuh dia.
Teguh juga berharap supaya bantuan ini segera disalurkan kepada masyarakat khususnya sopir angkutan. Sehingga bisa membantu mereka dalam meringankan beban akibat kenaikan harga BBM.
Sebagai tambahan informasi, anggaran BLT untuk masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU). (lut/fat)










