BPS Pemalang: 73,59% Data Regsosek telah Terkumpul

Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Moh Fatichuddin. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang tengah melakukan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 yang dilaksanakan dari 15 Oktober sampai 14 November mendatang. Dalam prosesnya sampai Selasa (8/11), BPS telah mendata 73,59 persen dari 473.194 keluarga, di mana pihaknya terus menghimbau bantuan masyarakat agar mau bekerja sama dalam memberikan jawaban sesuai dengan pertanyaan petugas.

Kepala BPS Pemalang, Moh Fatichuddin menjelaskan, program regsosek bertujuan untuk menyediakan basis data seluruh penduduk sebagai bahan penentuan keputusan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, dalam rangka penyusunan rencana pembangunan. Data tersebut meliputi profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.

Basis data yang dijadikan pedoman dalam regsosek ini diambil dari hasil verifikasi dengan ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS) di tingkat RT, BPS mendapatkan angka 473.194 keluarga. “Target kita selesai tujuh hari lagi bisa selesai, karena petugas dalam sehari bisa mendata 3-4 persen dari target yang ada. Jadi kami optimistis bisa selesai tepat waktu,” ucapnya, Selasa (8/11/22).

Melihat hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mau bersinergi dengan para petugas sensus di lapangan. Karena sering kali masyarakat tidak paham adanya petugas yang datang, bahkan melakukan penolakan dengan alasan takut data mereka disalah gunakan.

“Kami tekankan kepada setiap petugas dalam bimbingan teknis kemarin untuk bisa memberikan pengertian kepada masyarakat saat melakukan pendataan. Dengan pendekatan yang baik, masyarakat akan paham pentingnya data untuk pembangunan ini. Kami harap semuanya bisa berjalan lancar,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya menerangkan tugas para petugas Resosek ini adalah untuk melakukan pemotretan sosial ekonomi masyarakat. Dari segi pengambilan gambar lingkungan tempat tinggal seperti kondisi bangunan, jamban, hingga dapur yang dilengkapi dengan beberapa wawancara terkait biaya pengeluaran dan beban keluarga itu sendiri.

“Walaupun banyak kendala seperti cuaca dan tempat tinggal masyarakat yang sulit dijangkau, namun para petugas Resosek ini bisa melakukan pendataan dengan baik. Beberapa hal yang didata yaitu pemotretan bangunan terdiri dari dinding, lantai, atap, dan jamban serta ditanyakan berapa rata-rata pengeluaran tiap bulan di keluarga tersebut,” pungkasnya. (fan/abd)