Batang  

Hidupkan Kembali Ladang Ekspresi Seniman Batang

APRESIASI: Penyerahan penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp 6 juta kepada tiga pemenang lomba film pendek Batang Art Festival (BAF). (HUMAS/JOGLO JATENG)

BATANG, Joglo Jateng – Batang Art Festival (BAF) yang menjadi salah satu ladang berekspresi para seniman, yang akhirnya kembali nglilir atau siuman setelah tertidur dua tahun lamanya, akibat pandemi covid-19. Acara tersebut digelar hingga hari ini, di Pendapa Kabupaten Batang.

Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang mengemas event tersebut dalam tajuk Dekade Nglilir, yang dikolaborasikan dengan pameran lukisan spesial karya dari almarhum Tri Bakdo S, Ketua DKD periode 2013-2022.

Sejumlah pagelaran seni ditampilkan dalam seremoni pembukaan event tersebut, mulai dari seni tari, musik hingga apresiasi terhadap karya-karya terbaik perupa almarhum Tri Bakdo S.

Menyikapi semangat seniman yang mulai bangkit, Wakil Ketua Komisi B DPRD Batang, Nasikhin menyampaikan, dukungan dana memang sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan kehidupan kesenian di Kabupaten Batang.

“Artinya ketika DKD menggelar sebuah event, kami siap memberikan dukungan dana, sesuai kewenangan kami di bidang seni. Tahun ini kami menggelontorkan anggaran sebesar Rp 100 juta,” katanya, usai mendampingi Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat menikmati pameran lukisan tunggal almarhum Tri Bakdo S, di Pendapa Kabupaten Batang, Senin (26/12) malam.

Ia mengharapkan, anggaran itu digunakan untuk menghidupkan kesenian tradisional di Batang.

“Saya lebih mengapresiasi seni tradisional. Ada banyak seni tradisional di Batang yang harus dihidupkan, seperti kuntulan, sintren, kuda lumping dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengakui, selama dua tahun pagelaran seni di Batang sempat terhenti sejenak. Namun, melihat beragam pementasan malam ini, menunjukkan semangat berkarya para seniman Batang kembali muncul.

“Selama dua tahun ini ternyata para seniman Batang tidak benar-benar berhenti. Buktinya banyak karya yang dilahirkan, contohnya beberapa lukisan karya almarhum Mas Tri Bakdo yang ternyata tercipta selama pandemi,” terangnya.

Pemkab juga mendukung penuh rencana digelarnya sejumlah acara kesenian di Batang mulai tahun 2023 mendatang, agar karya seni putra daerah bisa ditampilkan.

Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan pula penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp6 juta kepada tiga pemenang lomba film pendek.

Juara 1 diraih oleh Progam Studi Luar Kampus Utama (PSDKU) Undip Batang judul Beda tapi Sama, juara 2 Kampung Sinema Tombo Bandar judul Membuka Putih, dan juara 3 Ganesha Production Wonotunggal judul Goleki Wae Ning Kono Mas. (hms/mg4)