Lewat Tembang Jawa, Widyaningrum Ajak Lestarikan Pegunungan Kendeng

  • Bagikan
Widyaningrum. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PEREMPUAN dari Sedulur Sikep Samin, Widyaningrum, mengajak pemuda sesuainya untuk ikut lestarikan pegunungan Kendeng. Wanita asal Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo ini kerap melantunkan tembang Jawa sebagai ajakan melestarikan alam.

Widya mengungkapkan, pemuda Sedulur Sikep dalam memperjuangkan kelestarian Kendeng dan adat samin dengan menguri-nguri budaya Jawa. Mereka menciptakan tembang Jawa yang mengandung makna ajakan “melestarikan Kendeng dengan menanam, buka menambang”.

“Melalui tembang lantunan Jawa, kita ingin mengajak masyarakat sekitar untuk memperjuangkan kelestarian Kendeng dengan cara menanam bukan menambang. Kita mengajak bareng-bareng pemuda lainnya yang tidak hanya sedulur sikep untuk melestarikan gunung Kendeng,” ucap Gadis kelahiran tahun 2003 itu, Rabu (4/1/23).

Dia mengatakan, para pemuda Sedulur Sikep Samin sedang fokus memperkenalkan budaya dan adat sedulur sikep melalui media sosial. Dari mulai Facebook, YouTube, Instagram dan lainnya.

Perempuan itu juga tergabung dalam kelompok karawitan Wiji Kendeng untuk nguri-nguri budaya. Ia mulai aktif di kesenian karawitan itu sejak 2011 silam. Dia menuturkan bahwa Wiji Kendeng mempunyai arti wineh atau bibit Kendeng.

“Yang diharapkan di Wiji Kendeng untuk menjadi generasi penerus. Sehingga bisa memperjuangkan perjuangan petani dan menjaga kelestarian pegunungan Kendeng,” tuturnya.

Meskipun masih muda, Widya sehari-harinya beraktivitas menjadi petani. Namun, saat ini dirinya hanya bisa bertani di wilayah pegunungan Kendeng saja karena lahan kebanjiran.

“Aktifitas sehari-hari bertani. Petani-petani Kendeng kalau untuk saat ini ya belum bisa kepanenan karena kondisi banjir. Kita tetap bertani tapi di wilayah pegunungan, kalau untuk di sawah ya belum bisa karena banjir itu tadi,” tandasnya. (lut/gih)

  • Bagikan