SEBAGAI Duta Generasi Berencana (Genre) 2022 Kota Tegal, Lintang Avrilia Maharani (16) mengenalkan program untuk mengedukasi masyarakat tentang Triad KRR (Seks Bebas, HIV/Aids, Narkoba dan Kesehatan Reproduksi Remaja). Dari program tersebut, ia berharap angka perkawinan dini di Kota Tegal dapat menurun di bawah 10 persen di 2023.
Gadis yang sering disapa Lintang itu selalu aktif dalam kegiatan sosial tersebut. Ia menggaungkan bahaya Triad dan perlunya menjaga KRR kepada masyarakat umum terutama remaja. Sebab bila tidak tertangani, permasalahan tersebut akan berakibat fatal bagi masa depan penerus bangsa Indonesia.
“Prokernya kami usahakan di media sosial dan secara langsung. Untuk di media sosial, saya punya tips remaja untuk menghimbau para remaja tentang Triad genre dan masalah masalah genre lainnya. Selain itu, sosialisasi langsung juga dilakukan seperti saat main atau kumpul, bisa ngasih edukasi biar lebih bermanfaat kepada teman-teman sekitar,” katanya, Minggu (8/1/23).
Ia menjelasalan, seluruh sosialisasi dan gerakan ini dilakukan untuk menurunkan angka pernikahan dini yang terjadi di Kota Tegal. Di mana pada 2021 lalu, total ada 16 persen penikahan dini dari keseluruhan angka penikahan di kantor agama.
Melihat angka tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bisa sadar akan bahaya pernikahan dini. Sebab dalam pernikahan seseorang harus mempunyai persiapan yang matang, dari mental, finansial hingga sistem organ reproduksi.
“Saya sangat berharap, saya dan teman-teman sekalian, bisa saling membantu dalam menurunkan persentasi Triad KRR serta pernikahan dini. Dengan usaha-usaha yang bisa kita lakukan seperti minum tablet darah, isi piringku untuk menghindari stunting, dan lebih perhatian untuk mengindari seks bebas. Tugas saya membantu remaja dan memberikan pemahaman tentang Triad KRR, namun saya juga berharap teman-teman sekalian berupaya untuk membantu juga, dimulai dari diri sendiri,” paparnya. (fan/gih)










