Soto Kemangi Kemasan, Kuliner Legendaris Nan Unik di Bantul

UNIK: Penampakan soto kemangi kemasan milik Mbah Marjudi yang berlokasi di Dusun Kemasan, Kelurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Bantul. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

BERBURU kuliner legendaris sering kali menjadi agenda wajib bagi sebagian orang saat traveling. Tak terkecuali Yogyakarta dengan berbagai kuliner yang dimiliki. Meski kuliner modern dan inovatif terus muncul, tetapi kuliner tradisional nyatanya masih memiliki penggemar berjibun. Di antaranya adalah soto, makanan sejuta umat ini masih memiliki penggemar setia.

Nah, bagi wisatawan yang  sedang atau hendak mengunjungi Yogyakarta, tak ada salahnya untuk mampir ke salah satu penjual sajian yang cukup legendaris. Salah satu warung soto legendaris di Kota Yogyakarta adalah Soto Kemangi Kemasan. Soto ini bisa disejajarkan dengan soto mentereng lainnya seperti Soto Kadipiro ataupun Soto Mbah Marto yang masih bertahan sampai saat ini.

Soto Kemangi Kemasan berada di Dusun Kemasan, Kelurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Bantul. Tepatnya di Ringroad Selatan Bantul sekitar satu kilometer dari terminal Giwangan.

Soto ini memang berbeda dengan kebanyakan soto yang lainnya. Bagaimana tidak, jika soto-soto lain selalu menyertakan daging baik daging ayam ataupun sapi dalam penyajiannya, Soto Kemangi Kemasan ini justru hanya menyertakan irisan tahu bacem saja di dalam sotonya.

Selain soto berisi tahu dan dilengkapi lalapan kemangi, salah satu yang menjadi ciri khas soto ini adalah sate kere atau sate koyor dan juga irisan jeroan sapi. Uniknya lagi, sambalnya hanya berupa cabai utuh yang dapat dihaluskan dengan jempol (pithes) di mangkok saja oleh pembelinya sendiri.

Marjudi (66), merupakan empunya Soto Kemangi Kemasan ini. Marjudi juga mengaku mampu menjual sekitar 300 mangkuk dalam sehari ketika warungnya sedang sepi. Namun, ketika ramai, Ia mampu menjual sekitar 500 mangkuk hanya dalam beberapa jam.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan mendapat amanah untuk meneruskan perjuangan bapaknya, Mbah Wongso sejak 1970an. Dengan kata lain, dia adalah generasi kedua dari soto yang dirintis Mbah Wongso sejak 1952. (cr5/abd)