SATE Pak Klathak Pong merupakan salah satu salah satu makanan khas dari Kabupaten Bantul, yang menawarkan daging kambing muda empuk dan menggugah selera. Berawal dari mengikuti kakeknya berjualan sate klathak sejak kecil, Pak Pong memperluas usahanya dengan mendirikan tiga cabang.
Melalui supervisornya, Ahmad Mujahid mengatakan bahwa Sate Klathak Pak Pong ini telah berdiri sejak 1997. Di mana Pak Pong dahulu sering membantu kakeknya untuk berjualan sate, karena dirinya sejak kecil sudah ditinggal oleh orang tuanya.
“Sejak tahun 1960-an, Pak Pong telah terjun mulai terjun mengikuti kakeknya untuk berjualan sate. Hingga akhirnya bisa membuat rumah makan sendiri yang diberi nama Pak Pong,”
Ia menambahkan, nama asli Pak Pong sendiri adalah Dzakiron. Karena waktu kecil dirinya sering menghabiskan waktu tidur yang lama atau Bahasa Jawanya jempong, sehingga dari situlah nama Pak Pong diangkat menjadi nama rumah makan hingga sekarang.
Terdapat berbagai macam menu yang dijual di sate Pak Pong, antara lain sate klathak, tengkleng, tongseng, gulai, dan kepala kambing yang bahan utama terbuat dari kambing muda. Selain itu, ada juga menu ayam seperti rica-rica dan tongseng.
“Untuk menu spesial yang ada pada rumah makan sate Pak Pong sendiri yaitu sate klathak, kepala kambing, dan tengkleng. Kalau untuk yang kurang suka kambing, bisa mencoba rica-rica ayam,” terangnya
Terkait harga yang ditawarkan cukup bervariatif, dari Rp 24.000 sampai Rp 30.000. Saat ini, Pak Pong membuka tiga cabang di Kabupaten Bantul
“Untuk rumah makan Pak Pong sendiri telah memiliki tiga cabang di Kabupaten Bantul. Untuk yang pusat ada di sebelah Stadion Sultan Agung, cabang kedua ada di Imogiri Timur, dan cabang ketiga di Imogiri Barat,” imbuhnya. (cr4/abd)










